Reses di Bontang, Andi Sofyan Hasdam Ingatkan Ancaman Perubahan Iklim kepada Remaja

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
6 Jul 2026 22:26
3 menit membaca

BONTANG – Anggota DPD RI, Andi Sofyan Hasdam, mengajak generasi muda di Kota Bontang untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan yang dinilai akan menjadi salah satu tantangan terbesar di masa mendatang. Pesan tersebut disampaikannya saat menggelar kegiatan reses dan berdialog langsung dengan para remaja di Kota Taman.

Dalam pertemuan itu, Andi menekankan bahwa persoalan lingkungan bukan sekadar isu yang dihadapi saat ini, melainkan masalah yang dampaknya akan lebih besar dirasakan oleh generasi muda di masa depan.

“Persoalan lingkungan pada akhirnya akan menjadi persoalan anak-anak muda saat ini. Karena itu, saya ingin membuka wawasan mereka bahwa ada tantangan besar yang harus dipersiapkan sejak sekarang,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Menurut mantan Wali Kota Bontang tersebut, berbagai persoalan global seperti ketahanan pangan, krisis energi, keterbatasan air bersih, kebutuhan perumahan, hingga perubahan iklim merupakan isu yang saling berkaitan dan membutuhkan perhatian serius.

Ia menilai langkah awal yang paling penting adalah membangun kesadaran generasi muda mengenai ancaman yang berpotensi mereka hadapi di masa depan. Setelah memahami persoalan yang ada, barulah diskusi dapat diarahkan pada pencarian solusi yang konkret dan berkelanjutan.

“Saya ingin mereka terlebih dahulu menyadari bahwa ada tantangan besar yang akan dihadapi. Setelah itu, ke depan kita bisa kembali berdiskusi untuk mencari langkah-langkah solusi bersama,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Andi juga menjelaskan secara sederhana mengenai proses terjadinya pemanasan global. Ia menerangkan bahwa berkurangnya jumlah pohon akibat deforestasi menyebabkan kemampuan alam menyerap karbon semakin menurun, sementara emisi gas rumah kaca terus meningkat.

Kondisi tersebut membuat panas matahari yang seharusnya kembali ke luar angkasa justru terperangkap di atmosfer dan kembali dipantulkan ke permukaan bumi, sehingga memicu kenaikan suhu global.

“Gas rumah kaca bukan hanya karbon, tetapi juga metana dan berbagai gas lainnya. Ketika lapisan gas ini semakin tebal, panas yang seharusnya keluar justru tertahan dan membuat suhu bumi terus meningkat,” jelasnya.

Selain memberikan pemahaman mengenai isu lingkungan global, Andi juga mengajak para remaja untuk memulai perubahan dari langkah-langkah sederhana yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, dan meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar menjadi contoh nyata yang dapat dilakukan sejak sekarang.

Sebagai bentuk tindak lanjut, ia bahkan berencana mengajak para peserta reses untuk terlibat langsung dalam kegiatan pembersihan sampah plastik dan botol di kawasan pesisir Bontang.

Menurutnya, kepedulian terhadap persoalan lingkungan harus dimulai dari hal-hal kecil sebelum berbicara mengenai solusi yang lebih besar.

“Kalau persoalan sampah di sekitar kita saja belum bisa diselesaikan, akan sulit menghadapi tantangan lingkungan yang jauh lebih besar di masa depan,” pungkasnya.

Melalui dialog tersebut, Andi berharap generasi muda tidak hanya memahami ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, tetapi juga terdorong menjadi bagian dari solusi melalui aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }