BPBD Bontang Gandeng Dunia Usaha Perkuat Pemulihan Pascabencana

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
25 Jun 2026 20:11
2 menit membaca

BONTANG – Penanganan pascabencana tak cukup hanya memperbaiki kerusakan fisik. Pemulihan mental dan psikologis masyarakat yang terdampak juga menjadi perhatian penting.

Hal itu mengemuka dalam Forum Koordinasi Peningkatan Partisipasi Masyarakat dan Dunia Usaha dalam Penanganan Pascabencana yang digelar BPBD Provinsi Kalimantan Timur bersama BPBD Bontang di BPU Kecamatan Bontang Utara, Kamis (25/6/2026).

Forum tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari pengusaha, perbankan, tenaga pendidikan, CSR perusahaan, hingga TNI dan Polri. Tujuannya memperkuat sinergi dalam penanganan pascabencana, khususnya dari sisi rehabilitasi dan rekonstruksi.

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, menegaskan bahwa urusan kebencanaan tidak bisa ditangani satu pihak saja. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor sangat dibutuhkan.

“Bencana ini tidak bisa kita lakukan sendiri. TNI-Polri punya andil besar, begitu juga dunia usaha melalui CSR perusahaan. Semua punya peran masing-masing,” katanya.

Usman menjelaskan, penanganan pascabencana bukan cuma soal memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak. Tapi juga bagaimana memulihkan kondisi psikologis korban agar bisa kembali bangkit.

Sebab, kata dia, banyak korban bencana yang bukan hanya kehilangan harta benda, tetapi juga anggota keluarga.

“Ini yang harus jadi perhatian bersama. Bagaimana layanan psikologi dan psikososial bisa hadir membantu masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Dia berharap forum tersebut bisa memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, sekaligus memetakan potensi dan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak dalam penanganan pascabencana di Bontang maupun Kalimantan Timur.

Usman juga menyebut, sejauh ini Bontang masih relatif aman dari bencana besar, termasuk kebakaran hutan dan lahan. Meski begitu, langkah antisipasi terus dilakukan melalui edukasi dan patroli rutin.

“Alhamdulillah sampai sekarang karhutla di Bontang masih minim. Tapi kami tetap rutin turun ke lapangan untuk edukasi dan pemetaan bersama,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kaltim, Andik Wahyudi, menilai edukasi kebencanaan penting untuk membentuk masyarakat tangguh.

Menurutnya, semakin kuat partisipasi masyarakat dan dunia usaha, maka proses pemulihan pascabencana akan semakin cepat.

“Kalau semua stakeholder bergerak bersama, pemulihan tentu lebih cepat. Itu yang ingin kita bangun lewat forum ini,” tandasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }