Lepas 80 Tukik ke Laut, Wali Kota Balikpapan Gaungkan Semangat Pelestarian Lingkungan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
9 Jun 2026 17:25
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Puluhan tukik penyu lekang bergegas menuju ombak sesaat setelah dilepas ke laut di kawasan Pantai Damba Enggang Borneo (DEB), Jalan Jenderal Sudirman, Stalkuda, Senin (8/6/2026). Momen tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar di Kota Balikpapan.

Sebanyak 80 tukik dilepas langsung oleh Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, bersama Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud. Kegiatan yang digagas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan bersama pengelola Pantai DEB itu menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian ekosistem laut dan kawasan pesisir.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan Ratih Kusuma, Ketua HIPMI Balikpapan Adam Dustin Bhakti, serta sejumlah pegiat lingkungan dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam.

Menurutnya, tema kegiatan “Melangkah Kecil Tukik, Harapan Besar untuk Laut yang Lestari” mencerminkan bahwa langkah sederhana yang dilakukan hari ini dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan di masa depan.

“Seekor tukik mungkin terlihat kecil dan rentan. Namun dari langkah kecilnya menuju laut, tersimpan harapan besar bagi keberlangsungan ekosistem laut kita. Karena itu, setiap upaya menjaga lingkungan, sekecil apa pun, memiliki arti yang sangat penting,” ujar Rahmad.

Sebagai kota yang berbatasan langsung dengan laut, Balikpapan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kawasan pesisir dan ekosistem laut. Rahmad menilai laut tidak hanya menjadi sumber penghidupan masyarakat, tetapi juga berperan penting sebagai penopang ekonomi, sumber pangan, jalur transportasi, serta penjaga keseimbangan alam.

“Konservasi lingkungan harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan. Kelestarian laut hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi mendatang,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat berbagai program pelestarian lingkungan, mulai dari rehabilitasi mangrove, perlindungan kawasan pesisir, pengelolaan sampah, hingga edukasi lingkungan bagi generasi muda.

Sementara itu, Ketua JMSI Balikpapan David Purba menjelaskan bahwa tukik yang dilepas berasal dari sekitar 160 telur penyu yang ditemukan di kawasan Pantai DEB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 ekor berhasil menetas dan dinyatakan siap kembali ke habitat alaminya.

“Kami berharap tukik-tukik ini dapat bertahan hidup hingga dewasa dan ikut menjaga keberlangsungan populasi penyu lekang yang saat ini semakin jarang ditemukan,” ujarnya.

Selain pelepasan tukik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang dapat mencemari laut serta mengancam kehidupan berbagai biota laut.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pemerintah Kota Balikpapan berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus tumbuh. Dengan kolaborasi berbagai pihak, kelestarian pesisir dan laut Balikpapan diharapkan tetap terjaga sebagai warisan berharga bagi generasi masa depan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }