Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro bersama jajaran memberikan keterangan soal pengamanan demonstrasi di Kaltim.
KALTIM – Polda Kaltim menyiapkan pengamanan besar-besaran menjelang aksi demonstrasi Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kaltim yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026 di Samarinda. Sedikitnya 1.900 personel gabungan akan dikerahkan untuk memastikan aksi berjalan aman dan tertib.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengatakan pengamanan difokuskan pada dua titik utama, yakni Kantor Gubernur dan DPRD Kalimantan Timur, termasuk area akses jalan, fasilitas umum, dan objek vital di sekitarnya.
“Untuk jumlah personel, kami libatkan sekitar 1.900 lebih. Ini gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, dan instansi terkait,” ujar Endar, Kamis (16/4/2026).
Endar menegaskan, pendekatan pengamanan yang digunakan bukan lagi pola lama. Polisi, kata dia, hadir bukan sebagai pihak yang berhadapan dengan massa, melainkan sebagai pengawal jalannya aksi.
“Kami ingin masyarakat melihat bahwa kami bukan musuh. Kami justru melayani unjuk rasa itu,” tegasnya.
Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak demokrasi yang harus dijaga, sehingga konsep pengamanan diarahkan pada pendekatan humanis.
Di sisi lain, Polda Kaltim mengingatkan peserta aksi untuk menjaga ketertiban dan menghindari tindakan provokatif. Dengan jumlah massa yang besar, potensi gesekan dinilai cukup tinggi jika tidak diantisipasi.
Endar menekankan pentingnya kesadaran kolektif peserta aksi untuk tidak mudah terpengaruh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi.
“Psikologis massa itu mudah dipengaruhi. Jangan sampai ada pihak yang punya tujuan destruktif memanfaatkan aksi ini,” ujarnya.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menerima informasi, terutama di media sosial. Informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memperkeruh situasi.
“Hati-hati menerima informasi, cek kebenarannya agar tidak mudah terpengaruh hoaks,” kata Endar.
Endar menegaskan, hingga saat ini kondisi Kalimantan Timur masih aman dan kondusif. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tersebut.
“Kaltim dikenal sebagai daerah yang damai. Jangan sampai dirusak oleh hal-hal kecil,” ujarnya.
Polda Kaltim memastikan akan mengawal jalannya aksi secara maksimal. Namun, terhadap pihak yang mencoba melakukan pelanggaran hukum, kepolisian akan bertindak tegas.
“Silakan sampaikan aspirasi dengan baik. Kami akan kawal. Tapi jika ada yang melakukan tindak pidana, itu menjadi ranah penegakan hukum,” pungkasnya. (SR)
Tidak ada komentar