Polres PPU Dukung Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Tanjung Tengah dan Nenang

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
31 Agu 2026 23:10
3 menit membaca

PENAJAM PASER UTARA – Rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai dimatangkan melalui koordinasi lintas instansi.

Dua wilayah yang diusulkan menjadi lokasi pembangunan program tersebut yakni Kelurahan Tanjung Tengah dan Kelurahan Nenang.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Polres PPU menerima kunjungan Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten PPU bersama perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pertemuan yang berlangsung di Lounge Presisi Polres PPU itu membahas rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahun 2026 di Kabupaten PPU.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, Kasat Polairud Polres PPU AKP Abiyantoro, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten PPU Rusli, serta Heru Wahyudi selaku Penata Kelola KP pada Direktorat PSDI Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus koordinasi untuk menyatukan langkah dalam mendukung pembangunan kawasan nelayan yang diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat pesisir.

Dorong Ekonomi Biru

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Salah satu konsep yang menjadi perhatian adalah penerapan ekonomi biru, yakni upaya meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan dengan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya serta kelestarian ekosistem pesisir dan laut.

Selain peningkatan produksi, penguatan tata niaga hasil perikanan juga menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan tersebut.

Akses pasar yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan sekaligus memperkuat posisi tawar masyarakat nelayan dalam rantai distribusi.

Dilengkapi TPI hingga Cold Storage

Rencana pembangunan KNMP juga mencakup penyediaan berbagai fasilitas penunjang aktivitas masyarakat nelayan.

Fasilitas tersebut di antaranya dermaga kecil, Tempat Pelelangan Ikan (TPI), rumah produksi, pabrik es, hingga cold storage.

Keberadaan fasilitas itu diharapkan mampu memperkuat rantai produksi dan distribusi hasil perikanan, mulai dari pendaratan hasil tangkapan, pengolahan, penyimpanan, hingga pemasaran.

Dalam skema pengelolaannya, fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih direncanakan dibangun oleh pemerintah pusat.

Setelah pembangunan selesai, aset tersebut akan dihibahkan kepada Koperasi Nelayan Merah Putih untuk dikelola dan dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat nelayan.

Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara menyatakan Polres PPU siap mendukung program pembangunan tersebut melalui penguatan sinergi dan koordinasi bersama seluruh pihak terkait.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar program dapat berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Polres PPU siap mendukung sinergi lintas sektor dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat nelayan, dengan tetap menjaga keamanan serta kelestarian lingkungan pesisir,” ujar Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres PPU juga menyerahkan cendera mata kepada perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan hubungan kerja sama antarlembaga.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama di halaman Lobby Presisi Polres PPU.

Melalui koordinasi tersebut, Polres PPU menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dan sinergi bersama pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program pembangunan yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dengan rencana pembangunan di Tanjung Tengah dan Nenang, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur bagi nelayan, tetapi juga menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di PPU. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }