Sony Suwito sebelumnya menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang. Pengangkatannya sebagai Sekda dituangkan dalam Keputusan Wali Kota Bontang Nomor 800.1.3.3.2552/BKPSD/2026.BONTANG — Pemkot Bontang memasuki fase baru penguatan birokrasi setelah Sony Suwito Adicahyono resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang.
Pelantikan berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (1/10/2026). Di balik pergantian pimpinan birokrasi tersebut, sejumlah agenda strategis langsung menanti Sekda baru, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, efisiensi penggunaan anggaran hingga percepatan pembangunan Gedung C rumah sakit daerah.
Gedung C menjadi salah satu perhatian karena rumah sakit daerah tersebut melayani sekitar 200 pendaftar setiap hari. Penambahan fasilitas dinilai menjadi kebutuhan penting untuk mengimbangi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Sony Suwito sebelumnya menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bontang. Pengangkatannya sebagai Sekda dituangkan dalam Keputusan Wali Kota Bontang Nomor 800.1.3.3.2552/BKPSD/2026.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Rangkaian acara ditandai dengan pengucapan sumpah jabatan, penandatanganan pakta integritas dan berita acara pelantikan.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, Pj. Sekda Akhmad Suharto, unsur Forkopimda serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bontang.
Pengisian jabatan Sekda Bontang dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta. Proses tersebut melibatkan 15 kandidat hingga akhirnya mengerucut menjadi tiga calon.
Tahapan tersebut juga dilengkapi rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta persetujuan Gubernur Kalimantan Timur.
Setelah resmi dilantik, Sony Suwito mendapat sejumlah arahan terkait agenda yang harus segera diperkuat dalam pemerintahan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menekankan pentingnya penerapan prinsip money follow program dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurut Neni, setiap anggaran yang dialokasikan pemerintah harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Setiap rupiah yang kita anggarkan harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Neni.
Karena itu, Sekda baru diminta mendorong reformasi birokrasi sekaligus memastikan efisiensi anggaran berjalan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Neni juga meminta inovasi terus dikembangkan di setiap lini pelayanan pemerintahan.
Selain urusan birokrasi dan anggaran, percepatan pembangunan Gedung C rumah sakit daerah menjadi salah satu pekerjaan yang dinilai mendesak.
Tingginya jumlah masyarakat yang mengakses layanan rumah sakit setiap hari menjadi salah satu alasan perlunya percepatan pembangunan fasilitas tersebut.
Dengan jumlah pendaftar yang mencapai sekitar 200 orang per hari, peningkatan kapasitas layanan menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan daerah.
Neni juga meminta seluruh jajaran OPD hingga camat memperkuat koordinasi dan meninggalkan ego sektoral.
Menurutnya, sinergi antarorganisasi perangkat daerah diperlukan agar program pemerintah dapat berjalan lebih efektif dan mendukung visi Bontang sebagai kota jasa yang maju dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Neni juga menyampaikan apresiasi kepada Akhmad Suharto yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pj. Sekda Bontang.
Akhmad Suharto mendapat penghargaan atas pengabdiannya sebagai aparatur sipil negara selama hampir 40 tahun.
Neni memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama puluhan tahun dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Bontang dari Ny. Siti Slamet Mulyati kepada Ny. Arni Fahriana.
Dengan dilantiknya Sony Suwito sebagai Sekda, koordinasi birokrasi di lingkungan Pemkot Bontang kini memasuki babak baru, dengan sejumlah agenda pelayanan publik dan pembangunan yang menanti untuk segera dituntaskan. (*)
Tidak ada komentar