Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dasuki, saat menjadi pembina apel pagi pegawai di lingkungan Setda Bontang.BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mendorong pembenahan birokrasi di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Salah satu langkah yang ditekankan adalah penerapan Service Level Agreement (SLA) sebagai standar kepastian prosedur, waktu, dan transparansi layanan.
Arahan tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dasuki, saat menjadi pembina apel pagi pegawai di lingkungan Setda Bontang.
Apel tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang, Sony Suwito Adicahyono, bersama jajaran staf ahli dan kepala bagian. Kehadiran para pejabat tersebut mencerminkan dukungan pimpinan daerah terhadap upaya pembenahan tata kelola pemerintahan.
Dalam arahannya, Dasuki mengingatkan seluruh aparatur agar mampu merespons kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui inovasi dan penyempurnaan sistem kerja.
Ia juga mendorong setiap bagian di lingkungan Setda untuk menerapkan SLA secara konsisten. Dengan standar tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh kepastian mengenai alur pelayanan, waktu penyelesaian, serta keterbukaan informasi.
Selain pembenahan standar layanan, Dasuki menilai transformasi digital perlu terus dioptimalkan. Ia mencontohkan penerapan sistem digital di kementerian pusat, khususnya dalam pengurusan administrasi kepegawaian, sebagai salah satu praktik yang dapat menjadi referensi.
Dasuki turut menegaskan pentingnya menjadikan kritik dan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, teguran dari warga bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan menjadi kesempatan untuk memperbaiki kualitas birokrasi.
“Tambahan lagi kita harus taat, kemarin kan sudah saya katakan bahwa ujian itu racun yang paling mematikan, tapi kritikan itu obat yang paling mujarab,” ujar Dasuki di hadapan para pegawai.
Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, para kepala bagian juga diminta membina kedisiplinan staf masing-masing dengan pendekatan yang humanis. Langkah ini diharapkan dapat menjaga produktivitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.
Melalui penguatan disiplin, penerapan standar pelayanan, dan pemanfaatan teknologi digital, Pemkot Bontang berharap aparatur Setda semakin responsif dan mampu memberikan pelayanan yang berkualitas serta berdampak langsung bagi masyarakat. (*)
Tidak ada komentar