

KUTAI TIMUR – Program pengadaan motor operasional bagi Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berjalan. Setelah 56 unit diserahkan kepada Ketua RT di Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, pemerintah daerah membeberkan rencana alokasi dan keberlanjutan program ini.
Kepala Bagian Umum Setkab Kutim, Misbachul Choir, memastikan seluruh motor untuk Kelurahan Teluk Lingga telah diserahkan. “Untuk Teluk Lingga, saat ini sudah diserahkan sebanyak 56 unit,” ujarnya usai penyerahan simbolis yang dilakukan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, di Lobi Kantor Bupati, Rabu (13/3/2025) pagi.
Menurut Misbachul, pengadaan motor untuk desa-desa di luar Teluk Lingga berada di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes). Sementara penyerahan tahap berikutnya untuk wilayah yang menjadi tanggung jawab Bagian Umum dijadwalkan pada tahun depan. “Tahun depan ada 18 RT yang akan menerima motor. Sebagian sebenarnya sudah tersedia, tapi agar merata, penyerahannya digabung tahun depan,” jelasnya.
Program ini menggunakan dua sumber anggaran: untuk Teluk Lingga memakai anggaran perubahan, sedangkan penyerahan selanjutnya menggunakan anggaran murni. Meski tidak menyebutkan nilai per unit, Misbachul menegaskan bahwa pengadaan dilakukan sesuai harga pasar.
Motor yang diterima Ketua RT merupakan aset pemerintah daerah, namun biaya operasional harian seperti bahan bakar dan perawatan menjadi tanggung jawab penerima. “Untuk operasional sehari-hari menjadi tanggungan RT. Administrasi seperti perpanjangan surat kendaraan tetap difasilitasi Bagian Umum,” tambahnya.
Saat ini, motor-motor tersebut masih tercatat sebagai aset Bagian Umum Setkab Kutim. Tahun depan, statusnya akan dialihkan menjadi aset kecamatan, sehingga pengelolaan kendaraan operasional lebih terfokus untuk mendukung pelayanan masyarakat di tingkat RT.
Program ini diharapkan menjadi dukungan nyata bagi Ketua RT sebagai ujung tombak pelayanan publik, mulai dari pendataan warga, penanganan masalah sosial, hingga pemantauan pembangunan lingkungan. Dengan fasilitas transportasi yang memadai, kinerja RT diharapkan lebih cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan warga. (Adv)
Tidak ada komentar