
NEWSBORNEO.ID – Bayi baru lahir di Kutai Timur dapat memperoleh rangkaian dokumen kependudukan melalui Parkitmas. Program Disdukcapil Kutim ini menghubungkan proses penerbitan NIK, perubahan KK, akta kelahiran, hingga KIA dalam satu alur pelayanan.
Kepala Disdukcapil Kutim, Jumeah, menjelaskan proses dimulai ketika data kelahiran diterima dari fasilitas kesehatan. Nama bayi kemudian dimasukkan ke Kartu Keluarga, sehingga sistem dapat menerbitkan NIK sebagai identitas dasar untuk dokumen berikutnya.
“Anak lahir itu mendapatkan NIK,” ujar Jumeah.
Perubahan data keluarga tidak perlu diurus secara terpisah setelah proses awal berjalan. Berkas dapat diteruskan melalui jejaring pelayanan yang terhubung dengan SIAP KAWAL, lalu dokumen diproses sesuai persyaratan administrasi kependudukan.
“Ada perubahan kartu keluarga,” katanya.
Parkitmas dirancang untuk mengurangi beban keluarga setelah persalinan. Orang tua dapat tetap mendampingi ibu dan bayi, sementara data yang diperlukan diteruskan petugas. Skema ini juga membantu keluarga yang segera membutuhkan NIK untuk BPJS atau pelayanan kesehatan lanjutan.
Dokumen yang telah selesai dapat diambil sesuai mekanisme yang disepakati dengan petugas penghubung. Pada pelayanan kolektif, pengambilan dapat dikoordinasikan sekaligus sehingga keluarga tidak perlu datang berulang kali.
“Keluarlah surat akta kelahiran,” jelas Jumeah.
Integrasi tersebut sekaligus mempercepat pencatatan kelahiran. Semakin cepat bayi masuk dalam basis data kependudukan, semakin mudah pemerintah menjaga konsistensi identitas pada pelayanan pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, dan kebutuhan administratif lainnya.
Disdukcapil tetap meminta keluarga memastikan seluruh data dasar benar sebelum dokumen diterbitkan. Kesalahan ejaan nama atau identitas orang tua berpotensi terbawa ke berbagai dokumen jika tidak dikoreksi sejak awal.
Parkitmas juga membantu Disdukcapil memperoleh data kelahiran lebih cepat dibanding menunggu keluarga datang sendiri setelah beberapa minggu atau bulan. Pencatatan yang lebih awal membuat basis data penduduk lebih mutakhir dan memudahkan pemerintah membaca pertumbuhan penduduk secara lebih akurat.
Bagi orang tua, keuntungan paling terasa adalah berkurangnya tahapan pelayanan. Satu peristiwa kelahiran dapat langsung memicu pembaruan beberapa dokumen, sehingga keluarga tidak perlu membawa berkas yang sama ke banyak loket pada waktu berbeda.
“Tinggal diambil saja,” tegasnya. (adv)
Tidak ada komentar