Kobaran Api Luluhlantakkan Rumah dan Dua Mobil di Pujasera Guntang BontangBONTANG – Kepulan asap hitam tebal membubung tinggi di langit Pujasera Guntung, RT 12, Kota Bontang, saat senja mulai menyingsing. Satu unit rumah beserta dua mobil yang terparkir di sekitarnya luluh lantak dilalap si jago merah dalam peristiwa kebakaran yang mengguncang warga setempat.
Kebakaran yang terjadi pada Selasa sore itu berlangsung begitu cepat. Kobaran api yang awalnya kecil dengan sigap membesar dan menarik perhatian warga sekitar. Panik dan kebingungan sempat terlihat di wajah para pemilik rumah dan pengguna jalan yang melintas, menyaksikan bangunan berharga itu terbakar habis tak tersisa.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin, mengonfirmasi bahwa petugas pemadam kebakaran telah berupaya maksimal saat tiba di lokasi. Namun, api yang sudah lebih dulu membesar membuat bangunan rumah tersebut tak dapat diselamatkan.
“Satu rumah dan dua mobil yang terparkir di lingkungan rumah habis terbakar,” ujar Amiluddin di lokasi kejadian, Kamis (13/3/2026).
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun petugas, api diduga bermula dari aktivitas membakar sampah yang dilakukan warga di sekitar lokasi. Api yang berawal dari tumpukan sampah tersebut diduga merambat ke bagian rumah hingga akhirnya membesar dan sulit dikendalikan.
“Informasinya, awalnya ada warga yang membakar sampah kemudian merambat ke rumah,” jelas Amiluddin.
Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa aktivitas membakar sampah di lingkungan permukiman padat memiliki risiko tinggi, terutama saat kondisi cuaca panas dan terdapat banyak material mudah terbakar di sekitar rumah.
Petugas pemadam kebakaran mengimbau masyarakat untuk menghindari membakar sampah secara terbuka, khususnya di kawasan padat penduduk. Selain berpotensi memicu kebakaran, asap pembakaran sampah juga dapat mengganggu kesehatan dan lingkungan.
Sebagai alternatif, warga disarankan mengelola sampah dengan cara yang lebih aman, seperti mengumpulkannya di tempat penampungan sementara atau memanfaatkan layanan pengangkutan sampah dari pemerintah. (PRA/FR)
Tidak ada komentar