RSKD Balikpapan perkuat layanan jantung modern di Kaltim dengan smart hospital dan teknologi cath lab di Awang Faroek Tower.Balikpapan – Kaltim terus menunjukkan lompatan besar dalam sektor layanan kesehatan, khususnya pada penguatan layanan jantung. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan kini menjadi salah satu pusat layanan kardiovaskular paling lengkap di Kalimantan Timur melalui pengembangan Gedung Pusat Jantung Terpadu Awang Faroek Tower.
Transformasi ini tidak hanya sebatas peningkatan fasilitas, tetapi juga mencakup penguatan sumber daya manusia serta integrasi teknologi medis modern yang dirancang untuk mempercepat penanganan pasien jantung dari berbagai tingkatan kondisi.
Pengembangan layanan jantung di Kaltim melalui RSKD Balikpapan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam menekan angka rujukan pasien ke luar daerah. Selama ini, banyak pasien dengan penyakit jantung harus dirujuk ke Jakarta atau Surabaya untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Kini, seluruh layanan jantung di RSKD telah dipusatkan di Gedung Awang Faroek Tower. Mulai dari layanan gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, tindakan intervensi, hingga operasi jantung terbuka, semuanya terintegrasi dalam satu sistem layanan terpadu.
Langkah ini menjadi strategi penting dalam memperkuat kemandirian layanan kesehatan di Kaltim, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan daerah.
Dari sisi infrastruktur, Gedung Pusat Jantung Terpadu Awang Faroek Tower dilengkapi dengan berbagai fasilitas berteknologi tinggi yang mendukung penanganan kasus jantung kompleks.
Salah satu fasilitas unggulan adalah catheterization laboratory (Cath Lab) yang digunakan untuk pemeriksaan serta tindakan intervensi jantung. Di ruang ini, dokter dapat melakukan prosedur seperti angiografi koroner, pemasangan ring jantung (PCI), hingga pemasangan temporary pacemaker.
Selain itu, tersedia ruang operasi modern dengan sistem Modular Operating Theater (MOT) yang memungkinkan pelaksanaan operasi jantung terbuka dengan standar keselamatan tinggi.
RSKD Balikpapan juga menangani berbagai kasus jantung mulai dari penyakit jantung koroner, kelainan jantung bawaan, gangguan irama jantung, hingga kondisi kegawatdaruratan. Kehadiran fasilitas lengkap ini memperkuat posisi Kaltim sebagai wilayah yang mulai mandiri dalam layanan kardiovaskular.
Salah satu inovasi terbesar dalam pengembangan layanan ini adalah penerapan konsep Smart Hospital melalui sistem Smart RSKD.
Teknologi ini menghubungkan seluruh perangkat pemantauan pasien secara real-time, mulai dari ambulans jantung, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), hingga ruang perawatan. Dengan sistem ini, data pasien dapat dipantau secara langsung oleh tenaga medis tanpa jeda waktu.
Dampaknya sangat signifikan. Keputusan medis dapat diambil lebih cepat, terutama dalam kasus-kasus kritis seperti serangan jantung akut yang membutuhkan penanganan dalam hitungan menit. Inovasi ini menjadi bukti bahwa transformasi kesehatan di Kaltim tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga digitalisasi layanan.
Plt Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, menegaskan bahwa penguatan layanan jantung akan terus dilakukan secara bertahap. Tujuannya adalah menjadikan RSKD sebagai pusat rujukan utama layanan jantung di wilayah Kalimantan.
Ke depan, Gedung Pusat Jantung Terpadu Awang Faroek Tower diproyeksikan tidak hanya melayani pasien dari Kaltim, tetapi juga dari seluruh provinsi di Kalimantan. Hal ini sejalan dengan visi pemerataan layanan kesehatan spesialistik di luar Pulau Jawa.
Jika target ini tercapai, maka ketergantungan rujukan ke luar daerah akan berkurang signifikan. Selain itu, biaya dan waktu penanganan pasien juga dapat ditekan secara lebih efisien.
Penguatan layanan jantung di RSKD Balikpapan mencerminkan arah baru pembangunan kesehatan di Kaltim yang lebih mandiri dan berbasis teknologi. Kombinasi antara SDM spesialis, peralatan modern, dan sistem digital menunjukkan bahwa rumah sakit daerah kini mampu bersaing dengan pusat layanan kesehatan nasional.
Lebih jauh, kehadiran smart hospital juga menjadi indikator bahwa transformasi digital sektor kesehatan di Indonesia mulai menyentuh daerah. Tantangannya ke depan adalah memastikan pemerataan akses, peningkatan kapasitas tenaga medis, serta keberlanjutan pembiayaan teknologi medis yang semakin canggih.
Dengan fondasi yang sudah dibangun saat ini, Kaltim berpeluang besar menjadi salah satu pusat layanan kesehatan unggulan di kawasan timur Indonesia. (*)
Tidak ada komentar