Data UMK Bontang Jadi Dasar DKUMPP Petakan Kebutuhan Program Pelaku Usaha

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
2 Sep 2026 12:10
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Pendataan pelaku usaha tidak berhenti pada pencatatan jumlah UMK. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang memanfaatkannya untuk melihat kebutuhan pelaku usaha sebelum menentukan bentuk dukungan yang diperlukan.

Kepala Bidang Perindustrian DKUMPP Bontang, Muhammad Ridwan, mengatakan informasi yang diperoleh dari lapangan dapat menunjukkan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Kondisi tersebut kemudian menjadi bahan untuk menentukan program yang lebih sesuai.

“Kalau datanya sudah ada, kita bisa lihat UMKM mana yang membutuhkan pelatihan, pendampingan, atau kebutuhan alat dan bahan,” kata Ridwan.

Menurutnya, kebutuhan pelaku usaha tidak selalu sama. Ada yang memerlukan peningkatan keterampilan, sementara pelaku lainnya membutuhkan dukungan berbeda untuk menunjang kegiatan produksinya.

Karena itu, data lapangan menjadi salah satu bahan penting sebelum DKUMPP menyusun program. Pemerintah dapat memetakan jenis kebutuhan berdasarkan kondisi usaha yang ditemukan.

Ridwan menyebut pemetaan tersebut juga membantu agar program yang diberikan tidak dibuat secara umum tanpa melihat kebutuhan pelaku usaha.

“Misalnya ada yang membutuhkan alat, kita identifikasi dulu jumlahnya. Begitu juga kalau ada kebutuhan pelatihan atau pendampingan, datanya kita jadikan dasar,” ujarnya.

Pendekatan tersebut membuat pendataan memiliki fungsi lebih luas bagi DKUMPP. Selain mengetahui kondisi sektor industri kecil, informasi yang terkumpul dapat menjadi bahan dalam menyusun kegiatan pengembangan usaha.

DKUMPP berharap pemetaan kebutuhan melalui data lapangan dapat membuat program yang diberikan lebih tepat sasaran dan sesuai dengan perkembangan pelaku usaha.

“Jadi data itu penting sebagai dasar kita untuk menentukan program berikutnya, supaya apa yang diberikan memang sesuai kebutuhan UMKM,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }