Dijadwalkan Februari 2026, Bandara APT Pranoto Samarinda Siap Buka Rute Internasional.SAMARINDA – Harga tiket pesawat kelas ekonomi untuk sejumlah rute domestik dari Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan ini dipicu lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur) hingga sekitar 38 persen, yang meningkatkan biaya operasional maskapai.
Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I Bandara APT Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, mengungkap kenaikan tarif juga berkaitan dengan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 38 Tahun 2026 yang berlaku sejak 6 April 2026.
Ia menjelaskan aturan tersebut mengatur batas tarif kelas ekonomi untuk penerbangan domestik. Sementara itu, tarif kelas bisnis tidak termasuk dalam ketentuan tersebut.
“Avtur digunakan setiap hari dan tidak bisa dihentikan. Ketika harga naik dan aturan berlaku, maskapai langsung menyesuaikan tarif karena tidak memiliki stok bahan bakar dengan harga lama,” ujarnya.
Berdasarkan data lapangan, sejumlah rute dari Samarinda mengalami kenaikan tarif. Rute Samarinda–Surabaya kini berkisar Rp1,2 juta, sedangkan penerbangan dengan transit mencapai sekitar Rp3,7 juta.
Untuk rute Samarinda–Malang, harga tiket menembus Rp4,8 juta. Sementara penerbangan menuju Denpasar berada di kisaran Rp1,9 juta hingga Rp4,8 juta, tergantung maskapai dan jadwal.
Pihak bandara menyatakan dampak kenaikan tarif terhadap jumlah penumpang masih dipantau. Kebijakan ini baru berlaku dalam beberapa hari terakhir sehingga belum terlihat perubahan signifikan.
Pengawasan terhadap penerapan tarif maskapai dilakukan oleh Kantor Otoritas Bandara Wilayah Balikpapan. Bandara APT Pranoto tidak memiliki kewenangan langsung dalam pengawasan tarif tersebut.
Kenaikan tarif ini berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat Kalimantan Timur, terutama untuk kebutuhan pekerjaan, pendidikan, dan perjalanan keluarga, di tengah tren naiknya biaya transportasi udara. (RED)
Tidak ada komentar