Agus Haris: Tradisi Bontang Kuala Sulit Ditemukan di Daerah Lain

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
26 Mei 2026 21:35
2 menit membaca

BONTANG – Malam takbiran Iduladha 1447 Hijriah di Kampung Adat Bontang Kuala berlangsung semarak, Selasa (26/5/2026) malam.

Tradisi takbiran dari rumah ke rumah yang masih bertahan hingga kini mendapat perhatian Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris.

Dalam kunjungannya, Agus Haris menilai tradisi tersebut menjadi kekayaan budaya yang tidak banyak lagi ditemukan di daerah lain. Selain bernilai religius, kegiatan itu juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.

“Tradisi seperti ini luar biasa, karena bukan hanya tentang menyambut Iduladha, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan,” ujarnya.

Di Bontang Kuala, takbiran dilakukan dengan cara berbeda. Warga berjalan kaki menyusuri gang-gang kampung di atas laut sambil melantunkan takbir dan singgah dari satu rumah ke rumah lainnya.

Tahun ini, sebanyak 17 kelompok takbiran dikerahkan menyebar ke 12 RT. Setiap rombongan diisi berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

Suasana semakin hidup karena di setiap rumah yang disinggahi, tuan rumah menyiapkan aneka hidangan untuk disantap bersama. Tidak sedikit pula warga yang membagikan bingkisan dan uang saku kepada anak-anak peserta takbiran.

Agus Haris menyebut tradisi tersebut selaras dengan program Pemerintah Kota Bontang, yakni Tengok Tetangga, yang menekankan pentingnya kepedulian sosial dan kebiasaan saling berbagi.

Menurutnya, pola hidup seperti itu menjadi modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Nilai kebersamaan dan kepedulian seperti ini harus terus dirawat. Karena dari hal sederhana seperti ini, hubungan antarwarga jadi semakin kuat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Bontang Kuala Jafar mengatakan tradisi tersebut telah berlangsung sejak era 1950-an dan diwariskan secara turun-temurun.

Ia menyebut takbiran keliling rumah ke rumah bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga bentuk rasa syukur masyarakat dalam menyambut Hari Raya Iduladha.

“Ini cara kami menjaga tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan. Semangat berbagi jadi bagian penting dalam perayaan ini,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }