Tiga SPBU Subsidi Bakal Dibuka di Balikpapan, Pemkot Tunggu Kajian Lalu Lintas

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
28 Okt 2026 19:44
4 menit membaca

BALIKPAPAN – Rencana pembukaan tiga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) baru untuk melayani penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kota Balikpapan masih dalam tahap evaluasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan meminta kajian lalu lintas dilakukan secara menyeluruh agar penambahan layanan tersebut tidak justru memicu kemacetan baru.

Rencana pembukaan SPBU tersebut merupakan inisiatif Pertamina untuk mengurai antrean kendaraan yang selama ini terjadi di sejumlah titik pengisian BBM di Balikpapan.

Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan tiga lokasi yang direncanakan berada di Balikpapan Selatan, Balikpapan Barat, dan Balikpapan Timur.

Salah satu lokasi yang telah ditinjau berada di kawasan Jalan MT Haryono, Balikpapan Selatan. Sementara dua lokasi lainnya direncanakan berada di kawasan SPBU Kebun Sayur, Balikpapan Barat, dan Teritip, Balikpapan Timur.

“Ini sebenarnya inisiatif dari Pertamina karena Pertamina melihat adanya antrean yang cukup panjang. Dalam rangka mengurai antrean panjang itulah Pertamina berinisiatif membuka tiga SPBU baru di Balikpapan,” kata Sudirman.

Menurutnya, penambahan titik pelayanan BBM bersubsidi diharapkan dapat memecah konsentrasi antrean kendaraan yang selama ini terpusat di sejumlah SPBU.

Namun, Pemkot Balikpapan tidak ingin upaya mengatasi antrean justru menimbulkan persoalan baru, terutama pada ruas jalan yang memiliki keterbatasan kapasitas dan berisiko terganggu oleh antrean kendaraan.

“Jangan sampai rencananya mengantisipasi kemacetan, tetapi malah meninggalkan masalah baru,” ujarnya.

Antrean Dikhawatirkan Meluber hingga Persimpangan

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di kawasan Balikpapan Selatan. Kondisi jalan yang memiliki median pembatas dan berada di jalur menurun dinilai perlu dikaji lebih lanjut, terutama apabila SPBU tersebut nantinya melayani kendaraan roda empat.

Pemkot khawatir antrean kendaraan dapat meluber hingga persimpangan dan lampu lalu lintas di sekitar kawasan Balikpapan Baru.

Karena itu, evaluasi akan melibatkan kepolisian, khususnya Satuan Lalu Lintas Polresta Balikpapan, serta Dinas Perhubungan. Kajian tersebut tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap BBM, tetapi juga dampak penambahan layanan terhadap arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

“Kita melihat jangan sampai ketika dibuka untuk yang subsidi itu bisa menyebabkan kemacetan sampai di simpang atau traffic light yang ada di sekitar Balikpapan Baru. Makanya tim yang datang akan mengevaluasi dulu, melihat secara komprehensif bangkitan maupun tingkat bahaya lalu lintas yang ada di lokasi,” jelas Sudirman.

Ia menegaskan, hasil evaluasi akan menjadi pertimbangan sebelum perluasan pelayanan SPBU di lokasi tersebut dilaksanakan.

Pelayanan Roda Empat Masih Menunggu Evaluasi

Sudirman menjelaskan, salah satu SPBU di kawasan yang ditinjau saat ini telah melayani kendaraan roda dua untuk pengisian BBM bersubsidi. Pertamina berencana memperluas layanan agar kendaraan roda empat juga dapat dilayani.

Namun, rencana tersebut belum dapat dipastikan pelaksanaannya karena masih menunggu hasil evaluasi dari kepolisian dan Dinas Perhubungan.

“Yang sekarang ada di depan itu hari ini sudah berlaku untuk roda dua. Rencananya mau dibuka untuk roda empat, cuma berdasarkan masukan dari teman-teman lantas maupun dari perhubungan, kita masih melihat dari sisi lalu lintas,” kata Sudirman.

Sementara itu, rencana di dua lokasi lainnya masih berjalan. Evaluasi terhadap lokasi yang dinilai memiliki potensi persoalan lalu lintas dilakukan lebih dahulu untuk memastikan kelayakan operasionalnya.

Pemkot juga menjelaskan bahwa apabila tiga SPBU tersebut nantinya dibuka untuk pelayanan BBM bersubsidi, jam operasionalnya direncanakan mengikuti jam operasional SPBU pada umumnya, yakni sejak pagi hingga malam hari.

“Kalaupun yang tiga SPBU ini dibuka, dia mengikuti jam operasional SPBU. Artinya dari pagi sampai malam,” ujarnya.

Penambahan SPBU Diharapkan Urai Antrean

Pemkot Balikpapan menegaskan, rencana penambahan tiga SPBU tersebut pada dasarnya ditujukan untuk mengurai antrean kendaraan dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan BBM bersubsidi.

Meski demikian, aspek kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan tetap menjadi pertimbangan utama sebelum rencana tersebut direalisasikan.

“Jadi sekali lagi, sebenarnya ini inisiatif dari Pertamina untuk memecah arus antrean. Makanya ada rencana membuka tiga SPBU untuk subsidi, baik roda dua maupun roda empat,” pungkas Sudirman.

Dengan demikian, pembukaan tiga SPBU BBM bersubsidi di Balikpapan masih menunggu hasil evaluasi lintas instansi. Keputusan selanjutnya diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan BBM masyarakat tanpa menambah titik kemacetan di jalan-jalan utama kota. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }