ITB Tawarkan Kolaborasi AI, Pemkot Balikpapan Kaji Penguatan Smart City

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
15 Okt 2026 18:46
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendapat tawaran kolaborasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk memperkuat pengembangan kota cerdas atau smart city melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Tawaran tersebut dibahas dalam audiensi Tim Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC) ITB bersama Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Kamis (15/10/2026).

Melalui kolaborasi ini, ITB menawarkan dukungan berupa penguatan infrastruktur data dan sistem analitik berbasis AI. Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menghasilkan kebijakan yang lebih akurat berdasarkan data.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, rencana kerja sama itu perlu dikaji lebih lanjut untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Sepanjang itu manfaatnya baik untuk Kota Balikpapan, kita suruh kaji dulu bersama. Dibicarakan secara intensif,” kata Rahmad.

Ia menegaskan, Pemkot Balikpapan akan mempertimbangkan pengembangan kerja sama apabila hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi tersebut benar-benar dibutuhkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau memang itu sangat diperlukan dan bermanfaat untuk Kota Balikpapan, kita akan mengarahkan,” ujarnya.

Direktur PIKKC ITB, Prof Suhono Harso Supangkat, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mendukung percepatan pembangunan Balikpapan melalui pemanfaatan teknologi.

Menurut Suhono, salah satu aspek yang perlu diperkuat adalah pengelolaan data agar pemerintah memiliki dasar yang lebih baik dalam merumuskan kebijakan di bidang ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

“Persoalan data sebagai sumber daya di Balikpapan, sehingga kebijakan dan keputusan itu tepat, baik masalah ekonomi, sosial maupun lingkungan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, perbedaan definisi dan metode membaca data dapat memengaruhi pemahaman terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Misalnya, ketika angka pengangguran meningkat, sementara angka kemiskinan justru menurun.

Situasi tersebut, kata Suhono, membutuhkan analisis yang lebih menyeluruh agar pemerintah dapat memahami perubahan kondisi masyarakat secara tepat.

Selain pengelolaan data, dukungan teknologi juga berpotensi diterapkan untuk memperkuat sumber daya manusia, sektor industri, kualitas hidup, pelayanan publik, serta perencanaan pembangunan kota.

“Teknologi bukan tujuan, tapi teknologi adalah sebagai akselerator di dalam membangun Kota Balikpapan,” tegas Suhono.

Dalam skema yang ditawarkan, ITB berencana mendukung pengembangan infrastruktur teknologi dan sistem analitik berbasis AI untuk meningkatkan kualitas pendataan serta analisis di lingkungan Pemkot Balikpapan.

Pemanfaatan sensor juga dinilai dapat membantu pemerintah memperoleh informasi lebih cepat, mendekati kondisi waktu nyata (real time). Dengan dukungan data yang lebih akurat dan terkini, pemerintah diharapkan mampu mengidentifikasi serta mengantisipasi persoalan perkotaan secara lebih efektif.

Suhono menekankan, penerapan teknologi harus berangkat dari kebutuhan nyata daerah, bukan sekadar menjadi simbol digitalisasi.

“Kota Balikpapan itu mempunyai infrastruktur teknologi yang tepat. Bukan teknologi hanya sebagai aksesori, tetapi teknologi membantu mempercepat sehingga itu bermanfaat bagi Balikpapan,” katanya.

Pemkot Balikpapan selanjutnya akan mengkaji bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama ITB, termasuk kebutuhan teknologi, kesiapan infrastruktur, serta manfaatnya bagi peningkatan pelayanan publik dan pembangunan kota. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }