
SAMARINDA — Sebanyak 58 ekor bibit sapi disalurkan kepada dua kelompok tani di Kelurahan Lempake, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (14/10/2026). Bantuan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim bersama anggota DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, tersebut diharapkan mampu memperkuat populasi ternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Penyerahan bantuan berlangsung di kawasan Jalan Trek Dayung Sukorejo. Dua kelompok penerima manfaat, yakni Kelompok Tani Jaya Makmur dan Kelompok Tani Bina Mulya Tani, masing-masing memperoleh 29 ekor sapi.
Setiap kelompok menerima 26 ekor sapi betina dan tiga ekor sapi jantan. Dengan komposisi tersebut, bantuan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan ternak saat ini, tetapi juga menjadi modal untuk mengembangkan populasi secara berkelanjutan.
Andi Satya mengatakan, program yang bersumber dari dana aspirasi legislatif itu harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap anggaran pemerintah memberikan manfaat nyata bagi penerimanya.
“Kami dari DPRD Provinsi Kalimantan Timur tentu berkeinginan bahwa setiap program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur adalah betul-betul program yang tepat sasaran dan tepat guna. Bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan oleh pemerintah harus betul-betul pemanfaatannya dikeluarkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Andi Satya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan bantuan tidak semata-mata diukur dari jumlah sapi yang diserahkan. Hal yang lebih penting, menurut dia, adalah kemampuan kelompok tani dalam merawat dan mengembangbiakkan ternak tersebut.
“Bukan dari jumlah berapa ternak yang dikasihkan saat ini, keberhasilannya bukan di situ. Tapi keberhasilannya adalah bagaimana ternak yang ada saat ini nanti kita bisa kembang biakkan menjadi ternak yang lebih banyak lagi,” jelasnya.
Andi Satya turut menyinggung proyeksi penyesuaian anggaran daerah pada 2027 yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan program bantuan serupa.
Menurutnya, pemerintah akan lebih memprioritaskan kegiatan esensial dan program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Ia berharap program pengembangan peternakan dapat kembali diperluas ketika kondisi fiskal daerah memungkinkan.
“Di tahun 2027 kan kita sudah mendapatkan prediksi forecast anggaran kita akan berkurang. Tentu akan difokuskan pada kegiatan yang esensial, standar pelayanan minimal masyarakat itu terutama nanti kegiatan-kegiatan yang betul-betul dirasakan perlu oleh pemerintah. Nah, kita berharap 2028 pada saat nanti fiskal sudah lebih longgar, ya kita bisa lakukan lagi,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembibitan dan Budidaya Peternakan DPKH Kaltim, Ihyan Nizam, menjelaskan bahwa seluruh sapi bantuan didatangkan langsung dari Bali untuk mendukung penguatan populasi ternak di Kalimantan Timur.
Ia menyebut sekitar 70 persen kebutuhan daging sapi di Kaltim masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Karena itu, pengembangan peternakan lokal menjadi salah satu upaya yang perlu terus didorong.
Ihyan menambahkan, penerima bantuan telah melalui proses verifikasi untuk memastikan kelompok tani yang dipilih memenuhi persyaratan dan layak menerima program.
“Kelompok ini sebelum dipilih itu ada namanya verifikasi. Jadi verifikasi kelompok itu, nama-nama yang diusulkan kita lihat ke lokasi, betul kah ada kelompoknya. Jadi ada beberapa kelompok memang yang masuk, tapi yang berdasarkan tim itu yang lolos verifikasi yang memang layak,” kata Ihyan.
Ia juga mengingatkan penerima agar merawat sapi sesuai standar operasional penanganan ternak. Apabila ditemukan masalah kesehatan, peternak diminta segera berkoordinasi dengan petugas medis DPKH Kaltim.
Ketua Kelompok Tani Bina Mulya Tani, Saptono, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menyatakan kelompoknya akan menjaga dan mengembangkan ternak yang telah diterima agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Alhamdulillah ini namanya rezeki. Jadi insyaallah kami selaku penerima akan mempertahankan ini dan memperbanyak, mengembangkan ini supaya jadi lebih bagus, agar kelompok kami bisa dipercaya di tahun-tahun berikutnya,” pungkas Saptono. (*)
Tidak ada komentar