Bankaltimtara Diminta Bereskan NPL dan Salurkan CSR untuk Relawan Karhutla

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
13 Okt 2026 19:50
2 menit membaca

KALIMANTAN TIMUR — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud meminta Bankaltimtara menyelesaikan kredit bermasalah atau *non-performing loan* (NPL) sekaligus mengoptimalkan penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan atau *Corporate Social Responsibility* (CSR) untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pesan tersebut disampaikan Rudy saat menerima audiensi jajaran Bankaltimtara pada Selasa (13/10/2026). Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya penguatan kinerja dan pengelolaan usaha bank milik daerah secara profesional, hati-hati, serta berorientasi pada investasi produktif.

Menurut Rudy, pengelolaan dana harus dilakukan secara cermat agar mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung pembangunan daerah.

“Saya harap BPD tidak mengalami kerugian besar seperti perusahaan BUMN yang ada di Indonesia. Jangan sampai NPL (kredit bermasalah) yang belum selesai ini merugikan BPD,” pesan Rudy.

Selain menyoroti kinerja keuangan, Rudy juga meminta Bankaltimtara mengambil peran dalam membantu penanganan karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.

Ia berharap dana CSR perusahaan dapat disalurkan untuk membantu Pemerintah Provinsi Kaltim, terutama dalam mendukung kebutuhan operasional relawan yang bertugas menangani bencana di lapangan.

“Untuk CSR, saya harap bisa diberikan kepada Pemprov Kaltim agar membantu relawan yang menangani karhutla. Karena efisiensi membuat ruang fiskal kami terbatas, harapannya perusahaan daerah bisa membantu melalui CSR,” paparnya.

Rudy menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk penanganan karhutla sesuai instruksi presiden (Inpres).

Anggaran tersebut difokuskan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kutai Kartanegara dan Berau.

Namun, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang membatasi ruang fiskal pemerintah, dukungan dari perusahaan-perusahaan di daerah dinilai dapat menjadi tambahan kekuatan untuk menunjang upaya penanganan bencana.

Melalui optimalisasi dana CSR, Rudy berharap kebutuhan operasional relawan dapat lebih terbantu sehingga penanggulangan karhutla di lapangan berjalan lebih maksimal, tanpa mengabaikan pentingnya pengelolaan keuangan Bankaltimtara yang sehat dan berkelanjutan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }