132 Mahasiswa KKN Masuk 15 Kelurahan, Diminta Bawa Program yang Dibutuhkan Warga

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
13 Jul 2026 12:22
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Sebanyak 132 mahasiswa dari delapan perguruan tinggi bakal menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama 40 hari di 15 kelurahan di Bontang.

Penerimaan mahasiswa KKN Kolaborasi 2026 berlangsung di Auditorium 3 Dimensi, Senin (13/7/2026). Mayoritas peserta merupakan mahasiswa Universitas Mulawarman yang tahun ini melaksanakan KKN ke-52.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta mahasiswa tidak menjadikan KKN sebatas menjalankan kewajiban akademik. Selama berada di kelurahan, mereka diminta lebih dulu memahami kondisi warga sebelum menentukan program.

Menurut Neni, pengalaman di lapangan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat langsung persoalan masyarakat yang belum tentu sama dengan teori yang dipelajari di bangku kuliah.

“Berbaurlah dengan masyarakat, bangun komunikasi yang baik, jangan merasa paling tahu,” kata Neni.

Ia juga mendorong mahasiswa ikut memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, sikap dan etika selama berada di lingkungan warga juga menjadi perhatian.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Bontang Ahmad Yani berharap program yang dibawa mahasiswa bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelurahan.

Dengan waktu pengabdian selama 40 hari, mahasiswa diharapkan tidak hanya menyelesaikan agenda KKN, tetapi juga menghasilkan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar, tetapi juga mampu mengaplikasikan keilmuan yang dimiliki sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Panitia KKN ke-52 Universitas Mulawarman Prof. Suwardani Paramita. Ia menilai ukuran keberhasilan KKN bukan hanya dari laporan yang disusun mahasiswa, melainkan dampak yang ditinggalkan setelah program selesai.

KKN kolaborasi delapan perguruan tinggi ini pun menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus belajar menghadapi persoalan masyarakat secara langsung. Pemerintah berharap komunikasi antara mahasiswa, kelurahan dan warga bisa terbangun selama masa pengabdian.

Neni pun berpesan agar pengalaman tersebut tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus. “Jadilah pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }