Agus Haris Dorong Prestasi Atlet Bontang Diikuti Kepastian Masa Depan

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
19 Sep 2026 21:51
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mendorong agar pembinaan atlet tidak berhenti pada pencapaian di arena pertandingan.

Pesan tersebut disampaikan Agus saat membuka Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Sabtu (19/9/2026).

Agus menilai perhatian terhadap atlet perlu mencakup keberlanjutan setelah mereka menyelesaikan masa kompetisi. Pemerintah Kota Bontang pun mendorong adanya kolaborasi dengan dunia usaha agar atlet berprestasi memiliki peluang untuk berkembang di luar bidang olahraga.

Salah satu skema yang didorong yakni optimalisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Melalui kolaborasi tersebut, atlet berprestasi diharapkan tidak hanya mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan olahraga, tetapi juga memiliki kesempatan memperoleh pekerjaan.

“Prestasi atlet harus kita hargai dengan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang dan memiliki masa depan,” ujar Agus saat membacakan sambutan Wali Kota Bontang.

Selain perhatian terhadap masa depan atlet, Pemkot Bontang juga mendorong pembenahan tata kelola olahraga. Pemetaan potensi atlet perlu dilakukan secara lebih akurat agar program pembinaan dapat disusun berdasarkan kebutuhan.

Pemanfaatan Sport Intelligence dan Sport Science menjadi bagian dari upaya tersebut. Data atlet diharapkan tersusun secara jelas dan terverifikasi sehingga proses pembinaan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Menurut Agus, pemerintah dan organisasi olahraga memiliki tanggung jawab yang saling berkaitan. Karena itu, komunikasi antara Pemkot, KONI, cabang olahraga, dunia usaha, dan unsur masyarakat perlu diperkuat.

Musorkotlub KONI Bontang mengusung tema “Berbenah, Meraih Prestasi Porprov 2026”. Forum tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan organisasi olahraga menjelang Porprov VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.

Pemkot juga terus mendorong penguatan fasilitas pusat kegiatan olahraga melalui kolaborasi lintas pihak. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembinaan sekaligus memberi ruang yang lebih baik bagi atlet untuk berkembang.

“Jangan sampai atlet hanya kita cari ketika membutuhkan prestasinya. Setelah mereka berprestasi, kita juga harus memikirkan bagaimana mereka bisa melanjutkan kehidupan dan memberikan kontribusi bagi daerah,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }