Camat Sangkulirang Cipto Buntoro memberikan sambutan usai kegiatan peluncuran uji petik air bersih di Desa Benua Baru IlirNEWSBORNEO.ID, SANGKULIRANG – Harapan masyarakat Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim), untuk mendapatkan layanan air bersih yang lebih andal mulai terwujud.
Melalui kolaborasi Perumdam Tirta Tuah Benua (TTB) Kutim bersama PT Melati Bakti Satya (MBS) Kalimantan Timur, fasilitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) kini dimanfaatkan untuk memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat.
Pengoperasian jaringan tersebut ditandai dengan pemutaran keran oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Direktur Utama Perumdam TTB Suparjan di Rumah Dinas Koramil 0909-2 Sangkulirang, Desa Benua Baru Ilir, beberapa waktu lalu.
Camat Sangkulirang Cipto Buntoro mengatakan pengaliran air telah memasuki tahap uji coba sejak 15 Agustus 2026. Hingga saat ini, sekitar 1.400 pelanggan telah mendapatkan layanan air bersih dari sistem tersebut.
“Empat bulan yang lalu, masyarakat bilang kehilangan air PDAM karena sangat drastis menyusutnya sumber air,” ujar Cipto.
Kondisi itu mendorong pemerintah daerah dan para pihak terkait mencari solusi agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Kolaborasi Perumdam TTB dan PT MBS kemudian membuka peluang pemanfaatan infrastruktur SPAM KEK MBTK sebagai sumber pasokan bagi wilayah Sangkulirang.
“Berkat dorongan dan kerja sama semua pihak, termasuk Perumdam Tirta Tuah Benua dan PT MBS, hari ini air bersih sudah mengalir untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Sangkulirang,” katanya.
Kehadiran layanan tersebut bukan sekadar menambah pasokan air. Sistem ini juga diharapkan memberikan kepastian layanan bagi masyarakat, terutama setelah sumber air baku lokal mengalami penyusutan cukup signifikan.
Pasokan air melalui sistem baru tersebut ditargetkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat selama 24 jam. Pemerintah pun terus mendorong perluasan layanan agar semakin banyak warga dapat menikmati akses air bersih.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur dasar di Sangkulirang juga bergerak pada sektor kelistrikan. Enam desa di wilayah seberang Sangkulirang kini telah menikmati aliran listrik PLN selama 24 jam.
“Selain sektor air bersih, percepatan pembangunan infrastruktur dasar di Sangkulirang juga merambah sektor kelistrikan,” tegas Cipto.
Bagi masyarakat, hadirnya air bersih dan listrik yang lebih andal menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas rumah tangga, pelayanan publik hingga kegiatan ekonomi.
Kolaborasi lintas pihak tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan infrastruktur yang sudah tersedia dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas manfaat pembangunan hingga ke wilayah kecamatan.
Pemkab Kutim bersama Perumdam TTB dan PT MBS pun diharapkan dapat terus menjaga keberlanjutan layanan serta memperluas cakupan penerima manfaat.
“Dengan terpenuhinya dua kebutuhan esensial yaitu air bersih dan listrik, warga Sangkulirang diharapkan dapat merasakan peningkatan kualitas hidup yang lebih baik dan merata,” tutup Cipto.
Tidak ada komentar