Dari Data Jadi Keputusan, BI Kaltim Dorong AI Percepat Transformasi Ekonomi

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
11 Agu 2026 20:20
3 menit membaca

SAMARINDA — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin memengaruhi berbagai sektor ekonomi. Teknologi tersebut dinilai mampu membantu dunia usaha dan pemerintah mengambil keputusan secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data.

Melihat peluang tersebut, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Timur mengangkat isu pemanfaatan AI dalam Temu Responden 2026 yang digelar di Aula Maratua, Kantor Perwakilan BI Provinsi Kaltim, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tahun ini mengusung tema “AI untuk Transformasi Ekonomi Kalimantan Timur: Memperkuat Produktivitas, Inovasi, dan Sinergi Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan.”

Agenda tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi BI kepada para pelaku usaha dan pemangku kepentingan yang selama ini berperan sebagai responden dalam penyediaan data dan informasi mengenai perkembangan ekonomi di Kalimantan Timur.

Dalam pemaparannya, Jajang Hermawan menyampaikan tiga hal utama yang menjadi perhatian dalam Temu Responden 2026.

Pertama, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada seluruh responden yang secara konsisten mendukung BI melalui penyediaan data dan informasi ekonomi.

Menurutnya, data yang diterima BI tidak hadir begitu saja. Para pelaku usaha harus meluangkan waktu di tengah aktivitas bisnis untuk memberikan informasi, mengikuti survei, menerima kunjungan, hingga mengikuti wawancara mengenai kondisi usaha.

“Kami menyadari bahwa data dan informasi yang disampaikan tidak diperoleh dengan mudah. Di tengah kesibukan menjalankan kegiatan usaha, tetap meluangkan waktu untuk mengisi pengawasan, menerima kunjungan, wawancara, serta menyampaikan informasi mengenai perkembangan usaha, harga, penjualan, investasi, maupun ekspektasi ke depan,” ujar Jajang.

Kedua, Jajang menekankan pentingnya kontribusi responden bagi BI dalam menjalankan tugasnya sebagai otoritas moneter, pengatur sistem pembayaran, sekaligus bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan.

Data yang akurat, terkini, dan relevan menjadi salah satu fondasi penting bagi BI dalam membaca perkembangan ekonomi serta menyusun kebijakan yang sesuai dengan kondisi daerah.

AI Dinilai Jadi Kunci Transformasi Ekonomi Kaltim

Poin ketiga yang menjadi sorotan adalah urgensi pemanfaatan AI di tengah pertumbuhan volume data dan perubahan ekonomi yang berlangsung semakin cepat.

AI dinilai tidak lagi sebatas teknologi masa depan, tetapi telah menjadi bagian dari transformasi ekonomi yang berlangsung saat ini.

Kalimantan Timur sendiri berada dalam momentum penting seiring berkembangnya berbagai aktivitas ekonomi dan pembangunan. Karena itu, kemampuan memanfaatkan teknologi secara optimal dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas, inovasi, dan daya saing daerah.

Melalui tema Temu Responden 2026, BI Kaltim mengajak pelaku usaha, pemerintah, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk melihat AI sebagai instrumen strategis dalam mengolah data menjadi informasi yang bernilai.

Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu mengubah data mentah menjadi wawasan, kemudian mengolah wawasan tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan strategis yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Harapannya, teknologi ini mampu mengubah data mentah menjadi wawasan berharga, wawasan menjadi keputusan strategis, yang pada akhirnya bermuara pada kemajuan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalimantan Timur.”

Temu Responden 2026 turut menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang teknologi dan industri kreatif, di antaranya Guru Besar Digital Business Strategy Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, Andry Alamsyah, serta Founder & Creative Thinker OMG Consulting, Yoris Sebastian.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan perangkat daerah, instansi vertikal, sektor perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Melalui forum tersebut, BI Kaltim berharap kolaborasi dengan para responden semakin kuat. Tidak hanya dalam penyediaan data ekonomi, tetapi juga dalam mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang lebih produktif, adaptif, dan berkelanjutan.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }