Hunian Pekerja IKN Terapkan Sistem Responsif Gender, Keamanan dan Kenyamanan Jadi Prioritas

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
31 Jul 2026 23:19
3 menit membaca

NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, serta kesetaraan bagi seluruh penghuni. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan kebijakan hunian yang responsif gender guna memberikan perlindungan optimal, khususnya bagi pekerja perempuan yang terlibat dalam pembangunan IKN.

Hunian Pekerja Konstruksi menjadi fasilitas tempat tinggal bagi ribuan pekerja yang mendukung pembangunan Nusantara, mulai dari tenaga konstruksi, petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga berbagai tenaga pendukung lainnya. Seluruh kawasan dikelola melalui sistem building management yang memastikan pengelolaan fasilitas, layanan, dan keamanan berjalan secara profesional.

Selain menyediakan fasilitas penunjang seperti kantin, masjid, ruang terbuka hijau, dan area publik lainnya, Otorita IKN juga menempatkan aspek perlindungan penghuni sebagai bagian penting dalam pengelolaan kawasan.

Saat ini, kawasan HPK dihuni oleh 4.302 pekerja, terdiri atas 716 perempuan (16,6 persen) dan 3.586 laki-laki (83,4 persen)**.

Pelaksana Tugas Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan, dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara, mengatakan pengelolaan hunian dirancang agar seluruh pekerja dapat tinggal dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung produktivitas selama menjalankan tugas pembangunan ibu kota baru.

“Penghuni HPK berasal dari berbagai profesi dan latar belakang. Karena itu, pengelolaan hunian kami rancang agar setiap penghuni merasakan keamanan dan kenyamanan. Lingkungan tempat tinggal yang aman akan membuat para pekerja dapat bekerja secara optimal,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penerapan kebijakan tersebut, Otorita IKN menyediakan empat tower khusus perempuan dari total 35 tower yang tersedia di kawasan HPK. Seluruh tower perempuan berada di kawasan HPK 2 dan diperuntukkan bagi pekerja perempuan guna menjaga privasi sekaligus meningkatkan rasa aman selama tinggal di lingkungan hunian.

Penguatan sistem keamanan juga dilakukan dengan menempatkan petugas keamanan perempuan di area hunian khusus perempuan. Selain itu, penempatan petugas housekeeping disesuaikan dengan lokasi kerja dan gender penghuni. Sistem pengawasan kawasan diperkuat melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) di berbagai titik serta penerapan tata tertib penghuni guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Petugas keamanan HPK 2, Nirwana menjelaskan bahwa setiap aturan yang diterapkan bertujuan memberikan perlindungan maksimal bagi para penghuni.

“Kalau di tower perempuan, laki-laki tidak boleh masuk tanpa pengawalan oleh petugas keamanan. Peraturan itu dibuat agar penghuni merasa nyaman, tertib, dan aman,” katanya.

Kebijakan tersebut juga dirasakan manfaatnya oleh para penghuni. Salah satunya Sri, pekerja yang telah tinggal di kawasan HPK selama sekitar satu tahun.

Menurutnya, sejak pertama datang ke IKN dirinya langsung ditempatkan di area khusus perempuan sehingga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang.

“Sejak pertama datang saya memang langsung ditempatkan di area perempuan. Jadi selama tinggal di sini terasa lebih nyaman karena tidak bercampur dengan penghuni laki-laki,” ujarnya.

Sri mengaku selama tinggal di kawasan HPK tidak pernah mengalami gangguan keamanan. Keberadaan petugas keamanan dan sistem pengawasan CCTV dinilai memberikan rasa aman bagi seluruh penghuni.

“Selama tinggal di sini saya tidak pernah mengalami gangguan. Keberadaan petugas keamanan dan CCTV cukup membantu menjaga lingkungan tetap aman. Kalau ada kejadian biasanya bisa ditelusuri melalui rekaman CCTV,” tuturnya.

Bagi Sri, rasa aman merupakan kebutuhan mendasar yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan bekerja. Lingkungan hunian yang tertata dengan baik memungkinkan para pekerja beristirahat secara optimal sebelum kembali menjalankan aktivitas pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Melalui pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi yang mengedepankan prinsip inklusivitas dan responsif gender, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membangun infrastruktur modern, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja dan tempat tinggal yang aman, layak, serta mendukung kesejahteraan seluruh pekerja yang terlibat dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }