Kapolri Terima Direktur FBI, Kerja Sama Penegakan Hukum Internasional Diperkuat

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
24 Jul 2026 21:21
3 menit membaca

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern yang kian kompleks dan bersifat lintas negara.

Komitmen tersebut disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. saat menerima kunjungan kehormatan Direktur FBI Kash Patel beserta delegasinya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Kapolri menegaskan bahwa FBI merupakan salah satu mitra strategis Polri dalam kerja sama penegakan hukum internasional. Menurutnya, hubungan yang telah terjalin selama ini perlu terus diperkuat agar kedua institusi mampu merespons perkembangan kejahatan transnasional secara lebih efektif.

“Saya berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Polri dan FBI serta menjadi momentum baru untuk memperkuat kerja sama dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan lintas negara yang semakin kompleks,” ujar Kapolri.

Kapolri menjelaskan, kerja sama antara Polri dan FBI telah memiliki landasan yang kuat melalui Letter of Intent mengenai kerja sama timbal balik dalam pengembangan kapasitas serta pencegahan dan penanggulangan kejahatan transnasional. Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 5 Juli 2019 dan telah diperpanjang hingga tahun 2029.

Kolaborasi tersebut juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri. Hingga kini, sebanyak 286 personel Polri telah mengikuti berbagai program pelatihan dan pengembangan kapasitas bersama FBI.

“Kami mengapresiasi dukungan FBI dalam meningkatkan kemampuan personel Polri. Program-program tersebut memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan profesionalisme, pengetahuan, dan kemampuan teknis anggota dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan modern,” katanya.

Kapolri berharap kerja sama pengembangan kapasitas dapat terus diperluas, terutama pada bidang-bidang yang menjadi prioritas penegakan hukum. Ia juga menegaskan kesiapan Polri mengoptimalkan peran Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) sebagai pusat pendidikan dan pelatihan internasional bagi aparat penegak hukum yang telah melibatkan peserta dari 101 negara, termasuk Amerika Serikat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri turut menyoroti meningkatnya ancaman kejahatan siber yang kini berkembang semakin terorganisasi. Berbagai modus seperti pig butchering, love scam, Business Email Compromise (BEC), phishing, ransomware, penipuan investasi, pencurian identitas, hingga penyalahgunaan aset kripto menjadi tantangan yang memerlukan respons bersama.

Menurutnya, penguatan kerja sama operasional sangat diperlukan melalui pertukaran intelijen yang lebih cepat, identifikasi jaringan pelaku, pelacakan aliran dana, pemulihan aset, hingga penyempurnaan mekanisme koordinasi lintas negara.

“Polri berharap kerja sama operasional dapat semakin diperkuat melalui pertukaran informasi, pelacakan aset, identifikasi jaringan pelaku, dan mekanisme koordinasi yang lebih efektif,” ujarnya.

Selain kejahatan siber, Kapolri juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi ancaman terorisme yang kini memanfaatkan media sosial, platform digital, komunikasi terenkripsi, hingga propaganda daring yang menyasar kelompok rentan, termasuk generasi muda.

Ia berharap ruang kerja sama dengan FBI dapat diperluas dalam penanganan radikalisasi digital, investigasi komunikasi elektronik, serta upaya perlindungan masyarakat dari penyebaran paham ekstremisme berbasis kekerasan.

Tak hanya itu, Kapolri juga mendorong penguatan sinergi dalam pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan manusia melalui peningkatan pertukaran informasi mengenai jaringan pelaku, aliran dana, hingga keterkaitannya dengan kejahatan transnasional lainnya.

“Polri berkomitmen menjadi mitra yang dapat diandalkan FBI dalam memperkuat kerja sama penegakan hukum internasional. Kami berharap pertemuan ini semakin meningkatkan kolaborasi dalam pertukaran informasi, pengembangan kapasitas, kerja sama operasional, hingga penyelesaian berbagai perkara yang menjadi perhatian bersama,” tegas Kapolri.

Kunjungan Direktur FBI ke Mabes Polri diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan kedua institusi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan kejahatan global serta menjaga keamanan masyarakat di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }