Saat penandatanganan kesepakatan pembatalan proyek pengembangan waduk kanaan usai Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan III Tahun 2026. (Newsborneo.id)BONTANG – Rencana pengembangan Waduk Kanaan melalui skema multiyears contract (MYC) periode 2026-2028 resmi dihentikan.
Keputusan itu diambil setelah Pemkot Bontang dan DPRD menilai kondisi fiskal daerah belum cukup aman untuk menopang proyek jumbo tersebut.
Kesepakatan pembatalan disahkan dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan III Tahun 2026, Rabu (13/5/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama pimpinan DPRD.
Pembatalan proyek ini menjadi sinyal kuat bahwa tekanan keuangan daerah mulai berdampak pada agenda pembangunan berskala besar.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menjelaskan, ketidakpastian Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat menjadi salah satu alasan utama. Selain itu, target penerimaan daerah tahun ini juga dipastikan tak sesuai proyeksi.
Kondisi itu membuat pemerintah harus mengkalkulasi ulang kemampuan pembiayaan hingga 2028.
“Kalau dipaksakan, risikonya besar. Bukan hanya soal pembayaran ke pihak ketiga, tapi juga likuiditas kas daerah dan beban fiskal tahun berikutnya,” ujarnya.
Pemkot memperkirakan tren kapasitas fiskal pada 2027 dan 2028 juga akan mengalami penyesuaian. Artinya, ruang belanja daerah diprediksi makin terbatas.
Situasi ini dinilai berisiko jika proyek tetap dipaksakan berjalan. Sebab, skema MYC membutuhkan komitmen anggaran berkelanjutan selama tiga tahun.
Padahal, dalam hitungan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), kepastian sumber pembiayaan masih belum sepenuhnya aman.
Neni menegaskan, pembatalan ini bukan berarti pembangunan Waduk Kanaan ditinggalkan.
“Namun lebih kepada strategi menjaga kesehatan fiskal daerah. agar program prioritas lain tetap berjalan dan tidak berhutang,” pungkasnya
sebagai informasi, proyek revitalisasi Waduk Kanaan tercatat dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) Inaproc dengan nilai Rp267,6 miliar. Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu solusi jangka panjang penanganan banjir di Kota Bontang.
Tidak ada komentar