APBD Defisit dan Dana Transfer Dipangkas, Neni Janji Kesejahteraan Pekerja Tetap Jadi Prioritas

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
1 Mei 2026 10:19
2 menit membaca

Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengungkap tantangan berat yang tengah dihadapi pemerintah daerah saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat (1/5/2026).

Di hadapan ratusan pekerja, Neni menyebut kondisi fiskal daerah saat ini sedang mengalami tekanan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Pemangkasan anggaran tersebut bahkan mencapai 25 persen dan diperkirakan masih berlanjut hingga 2027.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Bontang juga menghadapi defisit anggaran yang cukup besar dalam APBD 2026. Kondisi tersebut diperparah dengan semakin terbatasnya kewenangan daerah dalam menjalankan sejumlah program pembangunan.

Meski demikian, Neni memastikan situasi tersebut tidak akan mengurangi komitmen pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, termasuk para pekerja yang menjadi salah satu penggerak utama roda perekonomian daerah.

“Semangat pembangunan dan upaya menyejahterakan masyarakat akan terus kita jaga dan kita kuatkan,” ujarnya.

Menurutnya, kesejahteraan pekerja tidak dapat dipisahkan dari kemajuan industri yang berkembang di Kota Bontang. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup tenaga kerja.

Dalam peringatan May Day tahun ini, Pemerintah Kota Bontang mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” dengan tagline “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”.

Neni menilai tema tersebut relevan dengan kondisi Bontang sebagai kota industri yang memiliki peran strategis dalam sektor gas dan kondensat nasional. Di tengah tantangan fiskal yang ada, sinergi seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan pekerja.

“Tidak boleh ada kemajuan tanpa keadilan, dan tidak boleh ada pertumbuhan tanpa kesejahteraan,” tegasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }