Pembangunan jaringan piping di kawasan lapangan dan tribun. (dok: irw/Newsborneo)PANGKEP – Pembangunan jaringan paving blok di kawasan lapangan alung-alung dan tribun dengan nilai anggaran kurang lebih 1,5 Miliar mendapat sorotan dari Anggota DPRD Pangkep, Syamsinar. Ia mengingatkan agar proyek tersebut tidak menjadi penghambat bagi puluhan proyek infrastruktur yang telah masuk dalam program prioritas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pangkep.
Menurut Syamsinar, setiap pembangunan harus dirancang secara terintegrasi agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Ia menilai koordinasi antarinstansi menjadi hal penting mengingat terdapat sedikitnya 23 titik proyek yang telah direncanakan PUPR untuk dikerjakan dalam waktu dekat.
“Semoga dengan dibangunnya piping yang ada di lapangan dan tribun ini tidak mengganggu proyek-proyek yang ada di jalanan yang akan dikerjakan ke depannya. Karena ini sudah diprioritaskan sebelumnya,” kata Syamsinar.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan program pembangunan daerah yang telah melalui proses perencanaan dan penganggaran. Ia khawatir jika pembangunan piping tidak disinkronkan dengan proyek lain, maka berpotensi menimbulkan kendala teknis, pembongkaran ulang, hingga pembengkakan biaya.
Syamsinar menegaskan bahwa masyarakat tentu berharap seluruh proyek yang telah direncanakan pemerintah dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Karena itu, ia meminta agar pelaksanaan pembangunan piping dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh rencana pembangunan yang sudah ada.
“Kita lihat saja nanti apakah pembangunan ini berpengaruh terhadap proyek yang 23 titik itu yang sudah direncanakan oleh PUPR,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek-proyek yang telah masuk daftar prioritas harus mendapatkan perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, khususnya sektor infrastruktur. Jangan sampai pembangunan baru justru menghambat program yang lebih dulu disusun dan ditunggu realisasinya oleh warga.
Sebagai lembaga pengawas, DPRD Pangkep akan terus memantau perkembangan proyek tersebut. Syamsinar berharap pembangunan piping dapat berjalan sesuai tujuan tanpa mengorbankan proyek-proyek lain yang telah diprogramkan pemerintah daerah.
“Yang terpenting adalah sinkronisasi. Semua pembangunan harus saling mendukung, bukan saling menghambat,” tegasnya.
Dengan koordinasi yang baik antara pelaksana proyek dan pemerintah daerah, pembangunan jaringan piping maupun 23 proyek prioritas PUPR diharapkan dapat berjalan berdampingan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Kabupaten Pangkep.(irw)
Tidak ada komentar