Wali Kota Bontang menghadiri pelepasan ekspor perdana 18 ribu ton amonium nitrat ke Australia, Sabtu (18/4/2026). (Foto : Kmf/adiepraja)
BONTANG – WALI Kota Bontang menghadiri pelepasan ekspor perdana 18 ribu ton amonium nitrat ke Australia, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan berlangsung di Dermaga Terminal Khusus Tursina, kawasan PT Pupuk Kaltim.
Ekspor ini menjadi langkah awal produk industri dalam negeri memasuki pasar internasional. Nilai pengiriman mencapai 10,8 juta dolar Amerika Serikat.
Produk tersebut merupakan hasil kerja sama PT Dahana dan PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN). Pengiriman dilakukan bertahap menuju Port Alma dan Port Newcastle, Australia.
Dua pelabuhan itu dikenal sebagai pusat aktivitas industri pertambangan. Pasar ini dinilai strategis bagi produk bahan peledak industri.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia mengaku mengikuti proyek ini sejak awal pembangunan pada 2019.
“Ini langkah penting bagi pertumbuhan ekonomi Bontang dan kepercayaan pasar terhadap produk kita,” ujarnya.
Neni juga mengingatkan komitmen perusahaan terhadap tenaga kerja lokal. Ia merujuk aturan daerah yang mengatur penyerapan tenaga kerja.
Perusahaan diminta memberi ruang bagi tenaga kerja lokal, termasuk lulusan perguruan tinggi di Bontang.
Ekspor ini dinilai membuka peluang baru bagi industri daerah. Selain meningkatkan nilai produksi, kegiatan ini juga mendorong perputaran ekonomi.
Pemerintah berharap kolaborasi antara perusahaan dan daerah terus diperkuat. Salah satunya melalui program tanggung jawab sosial yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
Keberhasilan ekspor ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global. Produk dalam negeri dinilai mampu bersaing di pasar internasional.
Ke depan, ekspor serupa diharapkan terus berlanjut. Bontang berpotensi menjadi salah satu simpul penting industri berbasis hilirisasi di Indonesia. (ADS/BTG)
Tidak ada komentar