15 Kelurahan di Bontang Punya Bunda PAUD, Pemkot Dorong Penguatan Pendidikan Sejak Dini

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
11 Sep 2026 15:30
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Penguatan pendidikan anak usia dini di Bontang tidak hanya dilakukan melalui satuan pendidikan, tetapi juga didorong hingga tingkat kelurahan.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan, seluruh 15 kelurahan di Bontang telah memiliki Bunda PAUD yang menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program pendidikan anak usia dini.

Hal itu disampaikan Neni saat mendampingi kunjungan Bunda PAUD Provinsi Kalimantan Timur Sarifah Suraidah Harum di KB/TK IT Qurrota A’yun, Jumat (11/9/2026).

Menurut Neni, keberadaan Bunda PAUD di tingkat kelurahan menjadi salah satu bagian dari kolaborasi pemerintah dalam memperhatikan tumbuh kembang anak sejak usia dini. Struktur tersebut juga berjalan bersama Bunda PAUD di tiga kecamatan yang ada di Bontang.

“Di Bontang ada tiga kecamatan dan 15 kelurahan, dan masing-masing memiliki Bunda PAUD. Ini menjadi bagian dari upaya kita memperkuat pendidikan anak usia dini,” ujar Neni.

Dalam kunjungan tersebut, Bunda PAUD Provinsi Kaltim melihat langsung aktivitas anak-anak sekaligus berinteraksi dalam kegiatan literasi dan mendongeng. Anak-anak diajak menyimak cerita, menjawab pertanyaan, serta mengambil pesan moral dari kegiatan tersebut.

Selain aspek pembelajaran, perhatian terhadap tenaga pendidik juga menjadi bagian yang dibahas. Bunda PAUD Provinsi Kaltim mengapresiasi dukungan Pemkot Bontang terhadap guru PAUD, termasuk melalui pemberian insentif.

Penguatan PAUD juga diarahkan pada peningkatan kapasitas guru. Bunda PAUD Provinsi Kaltim menyampaikan adanya program pendidikan gratis yang membuka kesempatan bagi masyarakat, termasuk guru, untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang S1, S2, dan S3.

Di sisi lain, kunjungan tersebut memperlihatkan pengembangan PAUD yang dilakukan satuan pendidikan. KB/TK IT Qurrota A’yun saat ini memiliki sekitar 228 anak didik dengan 25 tenaga guru. Sekolah tersebut juga mengembangkan Pramuka Prasiaga yang telah berjalan sekitar dua tahun untuk membentuk karakter, kemandirian, dan kedisiplinan anak.

Neni berharap kolaborasi antara pemerintah, satuan pendidikan, guru dan orang tua terus diperkuat agar perhatian terhadap pendidikan anak tidak berhenti di ruang kelas.

“Anak usia dini adalah bagian penting dari masa depan kita. Karena itu, penguatan pendidikan dan pendampingan mereka harus dilakukan bersama-sama sejak sekarang,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }