Pelabuhan Loktuan Dilirik Investor Besar

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
2 Jul 2026 20:08
2 menit membaca

BONTANG – Rencana Pemerintah Kota Bontang menjadikan Pelabuhan Loktuan sebagai gerbang ekspor-impor mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah investor domestik dikabarkan telah menyatakan minat untuk terlibat dalam pengembangan pelabuhan tersebut dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp200 miliar hingga Rp300 miliar.

Perkembangan itu mengemuka setelah Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, bersama jajaran Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Bontang melakukan peninjauan langsung ke kawasan Pelabuhan Loktuan pada Selasa (30/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk menilai kesiapan infrastruktur pelabuhan sekaligus memetakan kebutuhan pengembangan agar ke depan mampu melayani kapal berkapasitas lebih besar dan mendukung aktivitas ekspor-impor secara optimal.

Agus Haris mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai landasan teknis pelaksanaan proyek. Penyusunan dokumen tersebut dilakukan bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

“DED kami siapkan bersama BUMD agar seluruh aspek teknis sesuai regulasi,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada pengembangan dermaga, Pemkot Bontang juga menyiapkan pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang nantinya akan bertanggung jawab dalam pengelolaan operasional pelabuhan. Selain itu, kawasan penumpukan kontainer terintegrasi seluas kurang lebih empat hektare juga masuk dalam rencana pengembangan.

Di tengah proses persiapan tersebut, minat investor mulai berdatangan. Meski identitas calon investor belum dapat dipublikasikan karena masih dalam tahap pembahasan dan negosiasi, nilai investasi yang berpotensi masuk disebut mencapai ratusan miliar rupiah.

Agus meyakini pengembangan Pelabuhan Loktuan akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran pelabuhan yang mampu melayani aktivitas ekspor-impor secara langsung dinilai akan memperkuat konektivitas perdagangan, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Ke depan, Pelabuhan Loktuan diharapkan menjadi pusat aktivitas logistik dan perdagangan yang mampu memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat dan daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II Bontang, Capt. M. Ridha, menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan pelayaran harus tetap menjadi prioritas dalam setiap tahapan pengembangan pelabuhan.

Menurutnya, pengaturan jalur penumpang dan logistik perlu dipisahkan secara jelas agar operasional pelabuhan dapat berjalan lebih aman, tertib, dan efisien.

“Kalau seluruh persyaratan administrasi dan teknis sudah terpenuhi, kami siap mendukung penuh pengembangannya,” tegas Ridha.

Dengan mulai tumbuhnya minat investor dan dukungan berbagai pihak, Pelabuhan Loktuan kini diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang akan memperkuat posisi Bontang sebagai kota industri dan perdagangan di Kalimantan Timur. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }