Pangdam dan Kapolda Kaltim Tinjau Karhutla Sepinggan, Api Berhasil Dipadamkan dalam Hitungan Jam

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
28 Agu 2026 19:49
3 menit membaca

BALIKPAPAN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara menunjukkan perkembangan yang semakin terkendali. Sejumlah kejadian di berbagai daerah berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sebelum api meluas.

Kecepatan respons tersebut kembali terlihat saat kebakaran melanda lahan semak belukar di Jalan Sepinggan Asri RT 44, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kamis (27/8/2026).

Kebakaran menghanguskan area sekitar empat hektare yang berada di lahan milik PT Balikpapan Lestari dan sebagian lahan warga.

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WITA setelah warga melihat kepulan asap putih tebal. Informasi tersebut kemudian segera dilaporkan ke Pusdalops Kota Balikpapan.

Tak berselang lama, armada Pemadam Kebakaran Kota Balikpapan tiba di lokasi sekitar pukul 09.50 WITA dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Tim Gabungan Dikerahkan

Penanganan kebakaran melibatkan unsur gabungan dari TNI, Polri, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD, Damkar, Brimob, relawan, serta masyarakat setempat.

Sejumlah pejabat turut memantau dan mengoordinasikan penanganan di lapangan, di antaranya Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Inf Denny Salurerung, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, dan Danlanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana.

Operasi pemadaman didukung lima unit kendaraan pemadam kebakaran Kota Balikpapan, dua unit kendaraan penyuplai air, satu unit pemadam Polda Kaltim, kendaraan operasional Polresta Balikpapan, serta satu unit pemadam dari Kodim 0905/Balikpapan.

Aksi di lapangan juga melibatkan Damkar BPBD Kota Balikpapan, Lanud Dhomber, Kodim 0905/Balikpapan, Brimob Polda Kaltim, Tim Rescue Brimob, Tim 110 Polresta Balikpapan, Basarnas, relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat kelurahan, Ketua RT, serta warga setempat.

Kejadian tersebut turut ditinjau langsung Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro.

Berdasarkan informasi awal, penyebab kebakaran masih didalami oleh pihak terkait. Sementara itu, proses pemadaman berhasil diselesaikan sekitar pukul 14.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pangdam: Kecepatan Respons Jadi Kunci

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono mengatakan, penanganan karhutla saat ini terus diperkuat melalui peningkatan kecepatan deteksi dan respons terhadap setiap titik api yang muncul.

Menurutnya, langkah cepat sangat penting agar api tidak berkembang dan menjalar ke wilayah yang lebih luas.

“Setiap muncul titik api, jajaran langsung bergerak bersama unsur terkait. Kita dorong kecepatan deteksi dan kecepatan bertindak agar api tidak meluas,” ujar Pangdam.

Ia menegaskan, sinergi antara seluruh unsur menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.

Penanganan karhutla tidak hanya dilakukan melalui pemadaman di lapangan, tetapi juga diperkuat dengan berbagai langkah pencegahan dan mitigasi.

Operasi Modifikasi Cuaca Diperkuat

Upaya pengendalian karhutla di wilayah Kalimantan Timur juga diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kegiatan tersebut melibatkan BMKG, Otorita IKN, TNI AU, BNPB, serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

OMC dilakukan untuk mengoptimalkan potensi awan hujan, mengurangi tingkat kekeringan, serta membantu menjaga ketersediaan air, khususnya di kawasan IKN dan daerah aliran Sungai Sepaku.

Pangdam mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran sekecil apa pun agar dapat segera ditangani.

Sinergi TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, Otorita IKN, BMKG, BNPB, pemerintah daerah, dan masyarakat terus diperkuat untuk menekan risiko kebakaran selama musim kemarau.

“Kecepatan informasi dan respons menjadi kunci. Dengan kerja sama semua pihak, kebakaran bisa dicegah agar tidak berkembang menjadi lebih besar,” tegas Pangdam.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dari ancaman kebakaran hutan dan lahan selama periode musim kemarau. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }