Lima Longsor Ditangani BPBD Bontang Semester Pertama, Kanaan hingga Soekarno-Hatta Terdampak

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
8 Jul 2026 07:13
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Lima kejadian tanah longsor ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang selama Januari hingga Mei 2026.

Catatan tersebut menunjukkan penanganan longsor tersebar di sejumlah kawasan, dengan Kanaan menjadi salah satu wilayah yang beberapa kali masuk dalam laporan kejadian.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ismail mengatakan, setiap laporan longsor ditindaklanjuti dengan melihat kondisi di lokasi serta potensi bahaya yang masih mungkin terjadi.

“Setiap kejadian kami lihat kondisi lapangannya, terutama apakah masih ada potensi longsor susulan yang bisa membahayakan warga,” ujar Ismail.

Kejadian pertama tercatat pada 15 Januari di Kampung Timur RT 01, Kelurahan Kanaan. Pada hari yang sama, BPBD juga menangani longsor di Jalan Soekarno-Hatta RT 01, Kelurahan Satimpo.

Selanjutnya, longsor terjadi di Jalan Bukit Pasir, Kelurahan Gunung Telihan pada 28 Februari. Beberapa hari kemudian, tepatnya 4 Maret, BPBD kembali menangani longsor di Jalan Pendidikan RT 3, Kelurahan Kanaan.

Laporan resmi BPBD untuk kejadian di Jalan Pendidikan menyebut longsor terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi. Material longsoran mengenai sejumlah rumah warga dan berpotensi meluas ke area sekitar. Dua rumah dengan dua kepala keluarga atau 13 jiwa tercatat terdampak.

Penanganan longsor kembali dilakukan di Kampung Timur RT 01, Kelurahan Kanaan pada 28 Mei. Dengan kejadian tersebut, kawasan Kanaan tercatat dua kali masuk dalam rekap penanganan longsor BPBD selama periode tersebut.

Menurut Ismail, kondisi setelah kejadian tetap perlu diperhatikan meskipun material longsor sudah ditangani. Hal itu berkaitan dengan kemungkinan perubahan kondisi tanah maupun ancaman terhadap lingkungan di sekitar lokasi.

“Setelah penanganan awal, kondisi sekitar juga tetap perlu diperhatikan. Warga yang berada dekat lokasi harus waspada apabila melihat perubahan pada tanah atau lingkungan,” katanya.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan dengan kondisi tanah berisiko untuk segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah. Informasi awal diperlukan agar petugas dapat melakukan pengecekan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih besar.

Kewaspadaan terutama diperlukan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pergerakan tanah di sejumlah kawasan.

“Kalau ada tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi yang membahayakan, segera laporkan. Jangan menunggu sampai longsor terjadi lebih besar,” pungkas Ismail. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }