Cegah Dampak Paparan Asap, YJI Sebar 2.000 Masker ke Warga dan Pengendara

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
14 Sep 2026 19:28
2 menit membaca

BALIKPAPAN — Kondisi udara yang terdampak kabut asap membuat Yayasan Jantung Indonesia (YJI) turun tangan. Sebanyak 2.000 masker dibagikan kepada warga dan pengendara di sejumlah titik di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (14/9/2026).

Pembagian masker tersebut menjadi bagian dari upaya YJI mengajak masyarakat lebih waspada terhadap dampak paparan asap, terutama bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Ketua Bidang Preventif Olahraga Yayasan Jantung Indonesia, Siti Kotidjah, mengatakan masker dibagikan sebagai langkah pencegahan sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi paparan udara yang tercemar asap.

“Pagi ini Yayasan Jantung Indonesia peduli kepada masyarakat dengan membagikan masker beserta perlengkapannya. Kurang lebih 2.000 masker kami bagikan kepada warga dan pengendara yang melintas,” kata Siti.

Menurutnya, kondisi udara dalam beberapa hari terakhir perlu menjadi perhatian. Masyarakat yang tetap beraktivitas di luar rumah diimbau menggunakan perlindungan, terutama ketika kabut asap semakin terasa.

Siti menekankan bahwa menjaga kesehatan tidak harus menunggu munculnya keluhan atau gangguan kesehatan. Langkah pencegahan sederhana justru penting dilakukan sejak awal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker. Ini merupakan salah satu pencegahan awal agar kita dapat menjaga kesehatan. Pencegahan sejak dini tentu lebih baik daripada mengobati,” ujarnya.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi udara. Jika kabut asap semakin pekat, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi, terutama bagi warga yang kondisi tubuhnya lebih rentan terhadap paparan udara buruk.

YJI berharap pembagian masker tersebut tidak hanya membantu warga menghadapi kondisi udara saat ini, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi lingkungan yang kurang mendukung.

Upaya perlindungan diri, kata Siti, merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat sembari tetap memperhatikan perkembangan kondisi udara di Balikpapan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }