Salah satu papan peringatan di wilayah Kelurahan Berbas Pantai. (News Borneo)NEWSBORNEO.ID – BPBD Kota Bontang memasang 10 papan imbauan di sejumlah kawasan yang memiliki potensi kebakaran, baik di lingkungan permukiman maupun wilayah rawan karhutla.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang Usman melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kasful Anwar mengatakan pemasangan papan tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan dengan menyasar lokasi yang dinilai membutuhkan pengingat langsung bagi masyarakat.
“Papan ini kami tempatkan di lokasi yang menjadi perhatian, supaya pesan pencegahan bisa langsung dilihat masyarakat ketika beraktivitas di sekitar kawasan tersebut,” ujar Kasful.
Untuk potensi kebakaran permukiman, tiga kawasan menjadi lokasi pemasangan. Dua papan berada di Gang Cendrawasih, Kelurahan Loktuan, sementara masing-masing satu papan ditempatkan di Gang Mutiara 3, Kelurahan Berbas Tengah dan Jalan Melawai, Kelurahan Berbas Pantai.
Pesan yang disampaikan berkaitan dengan aktivitas sehari-hari di rumah. Masyarakat diingatkan memastikan kompor, lilin dan peralatan elektronik dalam kondisi aman ketika tidak digunakan atau saat rumah ditinggalkan.
BPBD juga meminta warga memperhatikan kondisi instalasi listrik dan tidak menggunakan stop kontak secara berlebihan. Barang yang mudah terbakar seperti bensin, gas, kertas dan kain juga perlu dijauhkan dari sumber api.
Pengawasan anak turut menjadi perhatian, terutama agar tidak bermain dengan korek, api maupun petasan di dalam rumah. Jika terjadi kebakaran, warga diminta segera menghubungi petugas pemadam kebakaran, BPBD atau pengurus lingkungan.
Sementara enam papan lainnya diarahkan untuk pencegahan karhutla. Pemasangannya tersebar di Jalan Karya Bakti, tiga titik Jalan Soekarno Hatta, Jalan Abdullah Noor di Kelurahan Bontang Lestari serta Jalan Poros Samarinda-Bontang di wilayah Kutai Timur.
Pada papan tersebut, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Ketentuan mengenai ancaman pidana dan denda bagi pelaku pembakaran lahan juga dicantumkan sebagai bagian dari pesan pencegahan.
Kasful berharap keberadaan papan tersebut dapat membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan api sekaligus memahami bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya menjadi tugas petugas.
“Jangan menunggu sampai api membesar baru mengambil tindakan. Kalau ada tanda-tanda kebakaran, segera laporkan sehingga petugas bisa melakukan penanganan sedini mungkin,” pungkasnya. (ADV)
Tidak ada komentar