Pemkot Bontang Ingin Wisata Laut Berangkat Satu Pintu, Penumpang Bakal Lebih Mudah Didata

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
13 Agu 2026 19:33
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Pemkot Bontang mulai menata pola keberangkatan wisatawan menuju destinasi laut. Salah satu opsi yang didorong ialah memusatkan keberangkatan melalui Pelabuhan Tanjung Laut agar jumlah penumpang dan kapal yang digunakan tercatat lebih jelas.

Langkah tersebut disiapkan untuk membenahi tata kelola perjalanan wisata laut menuju sejumlah destinasi seperti Beras Basah, Malahing, Gusung, Tihi-Tihi dan Segajah.

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan sistem keberangkatan yang lebih terpusat akan memudahkan pemerintah mengetahui aktivitas perjalanan wisata sejak awal.

“Pendataan penumpang harus jelas,” ujar Agus haris saat ditemui usai hadiri Festival Literasi Kota Bontang 2026 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang, Kamis (13/8/2026).

Selama ini, wisatawan masih dapat berangkat dari sejumlah titik menuju destinasi wisata di perairan Bontang. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyiapkan pola yang lebih teratur, terutama terkait pencatatan jumlah penumpang dan kapasitas kapal.

Pemkot Bontang kemudian meminta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) mengumpulkan pelaku usaha perjalanan wisata serta penyedia jasa angkutan kapal. Pertemuan tersebut akan digunakan untuk membahas pola keberangkatan dan mekanisme pelaporan.

Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar pemerintah untuk mengetahui kapal yang digunakan, kapasitas angkut hingga jumlah wisatawan yang berangkat.

“Pemerintah perlu tahu aktivitas wisata laut yang berjalan,” terangnya.

Penataan tersebut juga berkaitan dengan rencana Pemkot Bontang menyusun aturan mengenai angkutan wisata laut. Pemerintah ingin aktivitas wisata di perairan tetap berkembang, tetapi dibarengi tata kelola yang lebih tertib.

Dengan pendataan yang lebih rapi, pengawasan terhadap aktivitas angkutan wisata diharapkan dapat dilakukan lebih mudah. Pelaku usaha juga memiliki alur yang jelas ketika hendak memberangkatkan wisatawan.

Agus menilai pembenahan sistem keberangkatan menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata bahari Bontang. Apalagi sejumlah destinasi laut terus menjadi tujuan wisatawan yang menggunakan jasa transportasi perairan.

“Yang kita bangun bukan hanya tempat wisatanya, tetapi juga sistemnya,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }