
NEWSBORNEO.ID – Teluk Pandan Cup III menjadi ruang pembinaan futsal sekaligus pencarian bibit atlet di Kutai Timur. Pemerintah daerah mendorong pemain yang tampil menonjol tidak berhenti pada turnamen kecamatan, tetapi terus mendapat latihan dan kesempatan bertanding.
Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengingatkan pemenang agar tidak cepat puas. Atlet yang belum meraih hasil terbaik juga diminta tetap berlatih karena kompetisi merupakan bagian dari proses pembentukan kemampuan dan mental bertanding.
“Terus berlatih dan berlatih,” kata Basuki.
Turnamen memberi panggung bagi pemain lokal untuk menguji teknik, kekompakan, stamina, serta kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan. Bagi pembina, pertandingan menjadi kesempatan melihat potensi yang sulit dinilai hanya dari latihan rutin.
“Menjauhi berbagai perilaku negatif,” ujarnya.
Dispora menempatkan olahraga sebagai salah satu jalur kegiatan positif generasi muda. Turnamen yang terselenggara secara rutin dapat menjadi alternatif dari aktivitas berisiko sekaligus membuka ruang pergaulan yang lebih sehat di lingkungan masyarakat.
Pemerintah juga mengapresiasi dukungan perusahaan, termasuk PT Indominco Mandiri dan PAMA, yang terlibat dalam kegiatan. Kolaborasi seperti ini dinilai membantu kecamatan menyediakan ruang kompetisi tanpa seluruh beban pembiayaan bertumpu pada satu pihak.
“PT Indominco Mandiri dan PAMA,” jelas Basuki.
Teluk Pandan ingin menunjukkan bahwa kecamatan memiliki pemain yang dapat berkembang jika memperoleh pembinaan konsisten. Setelah turnamen, atlet potensial perlu diarahkan ke latihan terstruktur dan kompetisi dengan level lebih tinggi.
Selain prestasi, kejuaraan juga menjadi ruang pertemuan antarpemain, pendukung, dan masyarakat. Interaksi itu memperkuat kebersamaan sekaligus membuat kegiatan olahraga lebih dekat dengan warga.
Hasil turnamen dapat menjadi bahan bagi pembina untuk memetakan pemain yang layak mendapatkan latihan lanjutan. Pemain dengan teknik dan disiplin yang baik perlu dipertemukan dengan kompetisi yang lebih kuat agar perkembangan mereka tidak berhenti pada level kecamatan.
Teluk Pandan Cup juga memberi kesempatan bagi masyarakat melihat langsung perkembangan atlet lokal. Dukungan penonton dan komunitas dapat membangun atmosfer kompetisi yang lebih sehat, sekaligus mendorong klub atau tim menjaga latihan setelah turnamen selesai.
“Mempererat tali silaturahmi,” tegasnya. (ADV)
Tidak ada komentar