Bontang Usulkan Rp202 Miliar ke Pemprov, Fokus Atasi Banjir dan Tekan Stunting

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
2 Jun 2026 17:51
2 menit membaca

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mengusulkan bantuan keuangan (bankeu) sebesar Rp202 miliar kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mendukung sejumlah program prioritas pada 2027.

Usulan tersebut difokuskan pada lima kegiatan utama, dengan dua sektor yang menjadi perhatian yakni penanganan banjir dan percepatan penurunan angka stunting.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, kebutuhan dukungan anggaran dari provinsi masih cukup penting untuk menjaga stabilitas pembangunan daerah di tengah proyeksi penurunan postur APBD tahun depan.

Menurutnya, tanpa tambahan bankeu, kemampuan fiskal Bontang diperkirakan hanya berada di angka Rp1,7 triliun.

Namun jika seluruh usulan bisa diakomodasi, postur APBD diprediksi meningkat menjadi Rp1,9 triliun.

“Kami sudah resmi mengusulkan Rp202 miliar dan sekarang tinggal menunggu persetujuan,” ujar Neni usai pelantikan ASN di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (2/6/2026).

Untuk program penanganan banjir, usulan diarahkan pada pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan provinsi tetapi berada di wilayah Kota Bontang.

Beberapa di antaranya meliputi pembangunan drainase, tanggul, hingga normalisasi sungai yang selama ini menjadi titik rawan banjir.

Selain itu, Pemkot juga mengalokasikan sebagian usulan anggaran untuk mendukung intervensi penanganan stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Neni menyebut, dukungan provinsi dibutuhkan agar program prioritas tetap berjalan dan tidak membebani APBD secara penuh.

Ia berharap usulan tersebut dapat diakomodasi Pemprov Kaltim sehingga pembangunan infrastruktur dan program sosial di Bontang tetap berjalan sesuai target.

“Semoga apa yang kami usulkan bisa terealisasi, karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat secara langsung,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }