Bontang Siapkan Super Apps Terintegrasi CCTV, Warga Bisa Pantau Kota

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
2 Apr 2026 11:26
Warta 0
2 menit membaca

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang tengah menyiapkan terobosan baru dalam pelayanan publik berbasis digital. Melalui pengembangan aplikasi terpadu atau super apps, masyarakat nantinya dapat memantau kondisi kota secara langsung dari ponsel atau gawai

Inovasi ini terintegrasi dengan jaringan kamera pengawas (CCTV) yang dipasang di berbagai titik strategis. Dengan sistem tersebut, warga dapat mengakses informasi terkait arus lalu lintas, aktivitas di ruang publik, hingga potensi gangguan keamanan secara real time.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang, Andi Hasanuddin Akmal, mengatakan aplikasi tersebut saat ini masih dalam tahap pengembangan dan ditargetkan meluncur pada pertengahan tahun.

“Super apps ini sedang kami siapkan. Mudah-mudahan bisa diluncurkan pada Juni atau Juli tahun ini,” ujarnya.

Pengembangan aplikasi ini berjalan seiring dengan rencana penambahan 55 titik CCTV pada 2026. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,77 miliar untuk pengadaan perangkat tersebut, setelah dilakukan efisiensi dari pagu awal Rp2,6 miliar.

Menurut Andi, seluruh proses pengadaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan melibatkan pihak yang berkompeten.

Puluhan kamera pengawas tersebut akan dipasang di berbagai wilayah Kota Bontang, di antaranya Kelurahan Api-Api, Belimbing, Berbas Pantai, Bontang Lestari, hingga Tanjung Laut Indah. Penyebaran dilakukan secara merata agar sistem pengawasan tidak terpusat pada satu kawasan saja.

Integrasi antara CCTV dan aplikasi digital ini diharapkan tidak hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Dengan akses yang lebih terbuka, warga tidak lagi sekadar menjadi pengguna layanan, melainkan turut menjadi bagian dari sistem pemantauan kota.

“Harapannya, kota menjadi lebih tertib, respons terhadap kejadian lebih cepat, dan kualitas hidup masyarakat meningkat,” jelasnya.

Program ini merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kota Bontang menuju konsep kota cerdas (smart city), di mana teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik. (PRA/FR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }