Ketua PAC PP Bontang Selatan, Saparta Abdullah menyerahkan langsung bantuan.BONTANG – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan jajaran Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Bontang Selatan. Mereka turun langsung menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran melalui posko di Jalan Veteran, Gang Intan, RT 21, Kelurahan Berbas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (23/3/2026).
Aksi kemanusiaan itu menjadi respons cepat atas musibah kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya. Ketua PAC PP Bontang Selatan, Saparta Abdullah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial organisasi terhadap warga yang tertimpa bencana.
“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian kami. Sesuai instruksi Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Bontang, Andi Faisal Sofyan Hasdam, seluruh pengurus dan anggota harus mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya menyalurkan bantuan bahan pokok, pihaknya juga menggalang donasi berupa pakaian layak pakai. Penggalangan dana dilakukan bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk warga RT 45, Karang Taruna, serta Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).
Saparta mengaku prihatin atas musibah yang menimpa warga. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban para korban.
“Kami sangat prihatin. Kami berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu. Semoga bantuan ini bisa memberikan sedikit kelegaan bagi saudara-saudara kita yang terdampak,” tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat terjadi pada Minggu (22/3/2026) pagi di kawasan yang sama. Sedikitnya 12 bangunan dilaporkan hangus dilalap api.
Api diduga berasal dari salah satu rumah petak sebelum dengan cepat menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. Kondisi permukiman yang padat mempercepat penyebaran si jago merah.
Peristiwa tersebut berdampak pada sekitar 10 kepala keluarga atau kurang lebih 30 jiwa yang kini harus mengungsi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Amiluddin, menjelaskan bahwa proses pemadaman berlangsung cukup lama, yakni lebih dari satu jam.
“Sekitar satu setengah jam api baru bisa dipadamkan,” jelasnya.
Ia menyebut, sejumlah faktor menjadi kendala dalam proses pemadaman, di antaranya akses jalan yang sempit, bangunan yang didominasi material kayu, serta tiupan angin kencang yang mempercepat kobaran api. (RIL)
Tidak ada komentar