Akses Sulit, BPBD Bontang Gunakan Selang Panjang untuk Jangkau Titik Karhutla Plant 53

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
14 Jul 2026 22:15
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang saat menangani kebakaran lahan di kawasan Plant 53 PT Badak LNG, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan.

Kendaraan pemadam tidak bisa langsung mendekati titik api. Petugas akhirnya menyesuaikan metode pemadaman dengan menggunakan selang panjang hingga air dapat menjangkau area yang terbakar.

Kebakaran terjadi pada Selasa (14/7/2026) petang. Laporan diterima BPBD dari Polres Bontang sekitar pukul 18.23 Wita.

Kepala Pelaksana BPBD Bontang, Usman melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Ismail mengatakan, kondisi lokasi membuat petugas harus mencari titik yang memungkinkan untuk melakukan pemadaman.

“Medannya tidak memungkinkan kendaraan mendekat langsung ke titik api, sehingga petugas menggunakan selang yang disambungkan dari titik yang bisa dijangkau,” ujar Ismail.

Setibanya di lokasi, personel BPBD juga berkoordinasi dengan Fire Rescue PT Badak LNG. Penanganan dilakukan bersama untuk menentukan posisi pemadaman sekaligus memastikan api tidak menjalar ke area lain.

Situasi sempat menjadi lebih sulit karena angin bertiup cukup kencang. Kobaran api bahkan sempat membesar ketika proses penanganan berlangsung.

Namun, upaya gabungan akhirnya berhasil mengendalikan kebakaran. Lahan semak belukar yang terbakar diperkirakan seluas 0,07 hektare dan tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan terhadap fasilitas vital.

Penanganan melibatkan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, TNI, Polri, Fire PT Badak LNG, Banpol, relawan Damkar serta masyarakat.

Menurut Ismail, kondisi di lapangan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan cara pemadaman. Karena itu, koordinasi antarpersonel diperlukan agar keterbatasan akses tidak menghambat penanganan.

“Yang penting titik api tetap bisa dijangkau dan pemadaman berjalan. Cara penanganannya menyesuaikan kondisi di lapangan,” katanya.

BPBD juga kembali mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, masyarakat diminta segera melapor melalui Call Center 112 atau instansi terkait.

“Kalau melihat ada titik api, jangan dibiarkan. Segera laporkan supaya bisa ditangani sebelum meluas,” pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }