Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Jain SupriyantoBALIKPAPAN – Proyek pengendalian banjir sekaligus peningkatan badan jalan di Jalan D.I. Panjaitan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, terus dikebut. Hingga 26 Oktober 2026, progres pekerjaan mencapai 77,91 persen atau melampaui target sebesar 1,71 persen.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Jain Supriyanto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan proyek masih berjalan sesuai jadwal, bahkan lebih cepat dibandingkan rencana.
“Per tanggal 26 itu progresnya 77,914 persen. Deviasi positif 1,71 persen,” kata Jain saat ditemui, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, capaian tersebut membuat Dinas PU optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada akhir Desember 2026.
“Kalau deviasinya positif, berarti sudah lebih kerja. Tidak lambat,” ujarnya.
Jain menjelaskan, pekerjaan ditargetkan rampung paling lambat 25 Desember 2026. Setelah dilakukan serah terima kepada pemerintah daerah, proyek akan memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan.
“Desember selesai. Penyerahannya ke pemerintah nanti Desember. Januari masuk pemeliharaan enam bulan,” katanya.
Jain menegaskan, proyek di Jalan D.I. Panjaitan tidak sekadar menyasar peningkatan kualitas jalan. Fokus utamanya adalah membenahi sistem drainase agar aliran air lebih lancar dan genangan yang kerap terjadi di kawasan tersebut dapat dikurangi.
Salah satu pekerjaan penting adalah memperbaiki dan mengganti saluran atau gorong-gorong yang mengalirkan air menuju kawasan Sumber Rejo.
“Proyeknya adalah peningkatan jalan, peningkatan sistem drainase. Utamanya itu pengendalian banjir karena drainase yang dibenahi,” jelas Jain.
Selain membenahi saluran, pemerintah juga membuat saluran pembuangan baru atau outlet ke arah Sumber Rejo. Badan jalan turut ditinggikan untuk membantu mengantisipasi genangan.
“Outlet yang dibuatkan baru ke arah Sumber Rejo. Terus jalannya ditinggikan,” ujarnya.
Pekerjaan juga mencakup pembenahan saluran di sisi kiri dan kanan jalan. Setelah tahapan konstruksi selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penyelesaian permukaan jalan melalui pengecoran dan pengaspalan.
“Terakhir diaspal. Ada cor dan aspal,” kata Jain.
Perbaikan sistem drainase ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aliran air, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut sempat menghadapi kendala akibat padatnya jaringan utilitas bawah tanah di sekitar lokasi pekerjaan.
Pada September 2026, jaringan gas rumah tangga (jargas) dan pipa air di sekitar proyek sempat terdampak ketika pekerjaan penggantian gorong-gorong dilakukan. Gangguan jaringan gas tersebut bahkan berimbas kepada ribuan pelanggan.
Dinas PU sebelumnya menyebut kawasan itu memiliki jaringan utilitas yang cukup padat sehingga membutuhkan koordinasi dengan pengelola jargas dan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).
Jain mengatakan kendala tersebut kini telah ditangani dan tidak lagi menghambat kelanjutan pekerjaan.
“Memang kemarin sempat terkena jargas saat membuat crossing, karena memang di situ banyak jargas,” ujarnya.
Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp7 miliar dengan panjang pekerjaan hampir 160 meter yang tersebar di dua titik. Masa kontraknya berlangsung hingga 31 Desember 2026.
Perbaikan drainase diarahkan untuk memperlancar pembuangan air dari kawasan Jalan D.I. Panjaitan menuju Sumber Rejo.
Sebelumnya, area di sekitar depan Maxi hingga Kimia Farma menjadi salah satu titik yang kerap mengalami genangan karena aliran pembuangan air dinilai belum optimal.
Jain berharap pembenahan saluran dan peninggian badan jalan dapat memberikan dampak nyata setelah seluruh pekerjaan selesai.
“Harapannya sudah ada gerakan lagi karena buangannya lancar, crossing-nya bagus. Kiri-kanan dibenahi saluran,” katanya.
Dengan progres yang telah melampaui target, Dinas PU Balikpapan optimistis sisa pekerjaan dapat dituntaskan sesuai jadwal. Setelah penyelesaian fisik dan serah terima, proyek akan memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan.
Pemerintah berharap pembenahan tersebut tidak hanya meningkatkan kondisi jalan, tetapi juga memperlancar aliran air sehingga risiko genangan di kawasan Jalan D.I. Panjaitan dapat ditekan. (*)
Tidak ada komentar