Pelabuhan Kenyamukan Didorong Jadi Pengungkit Ekonomi Kutim, Ardiansyah Soroti Konektivitas

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
8 Okt 2026 18:36
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mendorong percepatan penyelesaian Pelabuhan Kenyamukan sebagai pengungkit konektivitas dan pertumbuhan ekonomi. Pelabuhan tersebut dinilai strategis karena berada pada jalur potensial ALKI II dan dapat memperkuat arus barang maupun penumpang.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan infrastruktur masih menjadi pekerjaan besar daerah pada usia ke-27 tahun. Pemerintah tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi ingin jaringan jalan, pelabuhan, air bersih, listrik, telekomunikasi, serta layanan dasar saling mendukung.

Ardiansyah mencatat persentase jalan kabupaten dalam kondisi mantap meningkat dari 33,27 persen pada 2024 menjadi 34,78 persen pada 2025.

“Kenaikan ini mengindikasikan bahwa intervensi pembangunan dan pemeliharaan jalan mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas infrastruktur, meskipun belum signifikan,” kata Ardiansyah.

Peningkatan konektivitas diarahkan memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, akses menuju destinasi wisata, serta hubungan masyarakat dengan pusat pelayanan. Pelabuhan Kenyamukan diharapkan menjadi simpul yang memperluas akses pasar Kutim.

Menurut Ardiansyah, penyelesaian fisik pelabuhan harus diikuti kesiapan aspek operasional. Akses jalan, sarana penunjang, kelembagaan pengelola, serta persyaratan operasional harus dipenuhi agar fasilitas benar-benar dapat digunakan.

Pemkab menilai pelabuhan dapat membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru apabila arus barang stabil dan terhubung dengan kawasan produksi. Dampak yang diharapkan mencakup penurunan biaya logistik, tumbuhnya jasa transportasi, pergudangan, dan kesempatan kerja.

Pemerintah juga tetap menempatkan kebutuhan dasar sebagai bagian dari agenda infrastruktur, termasuk rumah layak huni dan perluasan pelayanan air bersih.

Ardiansyah menegaskan pembangunan infrastruktur harus menghubungkan masyarakat dengan sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, pekerjaan, dan pelayanan publik.

Selain Pelabuhan Kenyamukan, Pemkab menempatkan penyediaan 1.000 rumah layak huni dan perluasan air bersih sebagai bagian dari agenda infrastruktur. Pengamanan sumber air baku, pemanfaatan embung, serta pemberdayaan masyarakat didorong untuk memperluas layanan di wilayah yang masih terbatas aksesnya. Pemerintah ingin konektivitas pelabuhan tumbuh bersamaan dengan peningkatan layanan dasar di kawasan sekitarnya.

“Kenaikan ini mengindikasikan bahwa intervensi pembangunan dan pemeliharaan jalan mulai memberikan dampak positif,” ujarnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }