Empat Desa Batu Ampar Nikmati Listrik 24 Jam, Ardiansyah Bidik Ekonomi Desa Tumbuh

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
7 Okt 2026 16:31
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – Empat desa di Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur, mulai menikmati layanan listrik 24 jam setelah puluhan tahun menghadapi keterbatasan pasokan. Desa tersebut meliputi Mugi Rahayu, Beno Harapan, Mawai Indah, dan Himba Lestari.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman mengatakan pasokan listrik sepanjang hari tidak hanya memberi penerangan, tetapi membuka peluang aktivitas ekonomi yang sebelumnya terbatas oleh waktu dan biaya penggunaan sumber listrik mandiri.

“Masuknya listrik 24 jam tidak hanya menghadirkan penerangan bagi warga, tapi juga memberikan ruang bagi tumbuhnya berbagai kegiatan produktif, mulai usaha rumah tangga, perdagangan, pengolahan hasil pertanian hingga kegiatan ekonomi lain,” ujar Ardiansyah.

Layanan penuh mulai dinikmati warga sejak 5 Oktober 2026. Sebelumnya, sebagian masyarakat menggunakan sumber penerangan mandiri dan harus mengeluarkan biaya bahan bakar untuk memenuhi kebutuhan listrik pada malam hari.

Ketersediaan listrik yang lebih stabil memberi peluang warga menggunakan peralatan elektronik untuk menunjang usaha, menyimpan hasil produksi, memperpanjang jam pelayanan, serta mengembangkan kegiatan rumah tangga produktif.

Ardiansyah menilai elektrifikasi juga berpengaruh pada pendidikan dan kehidupan sosial. Anak-anak dapat belajar pada malam hari dengan penerangan lebih memadai, sedangkan kegiatan keluarga dan kemasyarakatan tidak lagi terlalu bergantung pada jam nyala listrik terbatas.

Pemkab Kutim terus mendorong perluasan jaringan sebagai bagian dari pemerataan pelayanan dasar hingga wilayah perdesaan. Pemerintah ingin peningkatan rasio elektrifikasi diikuti dampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan.

“Cakupan layanan listrik di Kutai Timur terus mengalami peningkatan. Perluasan jaringan listrik diharapkan tidak hanya meningkatkan rasio elektrifikasi, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ardiansyah berharap warga memanfaatkan akses listrik baru untuk memperkuat usaha dan meningkatkan kualitas kehidupan sehari-hari.

Bagi warga Batu Ampar, berkurangnya kebutuhan membeli BBM untuk pembangkit mandiri juga membuka ruang mengalihkan pengeluaran ke kebutuhan rumah tangga atau tambahan modal usaha. Manfaat listrik karena itu diharapkan terasa langsung pada ekonomi keluarga, bukan hanya pada penerangan.

“Masuknya listrik 24 jam tidak hanya menghadirkan penerangan bagi warga, tapi juga memberikan ruang bagi tumbuhnya berbagai kegiatan produktif,” tegasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }