Kegiatan WARTEK IN DKUMPP Bontang di Kelurahan Loktuan. (DKUMPP Bontang)NEWSBORNEO.ID – Tingginya transaksi dalam pelaksanaan Warung Tekan Inflasi (WARTEK IN) di Kelurahan Loktuan menjadi gambaran kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan dan barang kebutuhan harian dengan harga terjangkau.
Kegiatan yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang, Selasa (4/8/2026), mencatat total transaksi sekitar Rp117,4 juta dari sejumlah distributor dan penyedia barang.
Kepala Bidang Perdagangan DKUMPP Kota Bontang, Sunita, mengatakan WARTEK IN menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah perubahan harga kebutuhan pokok.
Menurutnya, kegiatan yang digelar langsung di lingkungan masyarakat juga membuat akses terhadap sejumlah kebutuhan menjadi lebih dekat.
“Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. Ini salah satu upaya kita menjaga daya beli masyarakat,” kata Sunita.
Dalam pelaksanaannya, PT Kaltim Melati Bhakti Satya (KTMBS) melalui Mobil Pengendali Inflasi (SIGAP) mencatat transaksi terbesar sebesar Rp112,301 juta.
Sementara itu, penjualan gas elpiji 3 kilogram dari PT Pantai Subur mencapai Rp2,1 juta. PT Pulo Baru Mandiri mencatat Rp1,557 juta, Cafe Foresthree Rp534 ribu, Ichitan Indonesia Rp533 ribu, dan CV Ahsan Jaya Mandiri sebesar Rp401 ribu.
Kehadiran sejumlah distributor dalam WARTEK IN tidak hanya memperluas pilihan belanja masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran akses komoditas di tingkat kelurahan.
Bagi DKUMPP, pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan memantau perkembangan harga. Ketersediaan barang dan kemampuan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan.
Sunita mengatakan pola kegiatan tersebut akan terus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi bersama distributor dan penyedia komoditas juga diperlukan agar program dapat memberikan manfaat secara langsung.
“Yang kita harapkan masyarakat tetap mudah mendapatkan kebutuhan pokok, sementara harga juga tetap terjaga agar daya beli tidak terganggu,” pungkasnya. (ADV)
Tidak ada komentar