Karhutla Masih Jadi Perhatian, BPBD Bontang Siapkan Posko Bersama hingga Akhir September

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
4 Sep 2026 08:02
2 menit membaca

NEWSBORNEO.ID – BPBD Kota Bontang menyiapkan Posko Bersama Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kelurahan Bontang Lestari hingga akhir September 2026.

Posko tersebut mulai diberlakukan sejak 31 Agustus dan dijadwalkan berjalan sampai 30 September 2026. Masa operasionalnya masih dapat diperpanjang menyesuaikan kondisi di lapangan.

Kepala BPBD Kota Bontang Usman mengatakan keberadaan posko diarahkan untuk mempercepat pemantauan sekaligus penanganan apabila muncul titik kebakaran di wilayah yang rawan terdampak.

“Terutama di Wilayah Kelurahan Bontang lestari oaling rawan larena paling sering masuk laporannya disini,” ungkapnya.

Selain pemantauan, personel yang bertugas juga memiliki fungsi menjaga kesiapsiagaan, membangun koordinasi antarlembaga, menyampaikan laporan kondisi lapangan, hingga melakukan penanganan awal ketika terjadi kejadian.

Posko ditempatkan di Pos Damkar Bontang Lestari dengan sistem penjagaan selama 24 jam. Personel bertugas dalam tiga sif, yakni pukul 07.30–15.30 Wita, 15.30–23.30 Wita, dan 23.30–07.30 Wita.

Penugasan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Disdamkartan, Kodim 0908, Polres Bontang hingga Pos TNI AL. Dalam setiap sif, Disdamkartan, Kodim dan Polres masing-masing menempatkan enam personel, sedangkan Pos TNI AL menugaskan satu personel.

Pembentukan posko ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi pada 27 Agustus 2026. Wakil Wali Kota Bontang juga menginstruksikan agar posko bersama segera dibentuk sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, serta kecepatan penanganan Karhutla.

Keberadaan posko juga membuka ruang koordinasi lebih luas dengan unsur lain yang berkaitan dengan penanganan Karhutla, termasuk perangkat daerah, aparat keamanan dan sejumlah pihak perusahaan di Bontang.

Dalam dokumen penugasan personel, Usman menekankan bahwa Posko Bersama tersebut dibentuk untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi Karhutla sekaligus memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

“Posko ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan, koordinasi, dan kecepatan penanganan,” demikian penegasan dalam dokumen penugasan BPBD Bontang. pungkasnya. (ADV)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }