
BALIKPAPAN – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI Angkatan Udara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dan stakeholder terkait di Provinsi Kalimantan Timur melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar area IKN. Rakor dilaksanakan di Lanud Dhomber, Balikpapan, pada Jumat (04/09/2026).
Rakor merupakan tindak lanjut surat Kepala Otorita IKN kepada BNPB terkait dukungan penanganan karhutla di area IKN. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BNPB dan TNI AU telah menyiapkan helikopter karakal di Lanud Dhomber, Balikpapan, untuk mendukung operasi pemadaman melalui water bombing.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna A. Safitri, menjelaskan bahwa terdapat lima area yang menjadi prioritas pelaksanaan water bombing berdasarkan kondisi dan kebutuhan penanganan di lapangan.
“Area satu adalah area yang dikenal sebagai Bukit Tengkorak, di dalamnya masuk kawasan Tahura Bukit Soeharto dan sekitarnya. Area kedua adalah area sepanjang Bukit Merdeka sampai dengan Teluk Dalam di poros Samarinda–Balikpapan, yang di belakangnya adalah Jalan Tol Balsam. Lalu area ketiga adalah area Wonotirto arah Tanjung Harapan, area yang ada gambut tipisnya,” ujar Myrna seusai Rakor di Lanud Dhomber Balikpapan, Jumat (04/09/2026).
Lima titik prioritas tersebut meliputi:
1. Bukit Tengkorak, termasuk kawasan Tahura Bukit Soeharto dan sekitarnya;
2. Bukit Merdeka;
3. Teluk Dalam, di sepanjang poros Samarinda–Balikpapan;
4. Wonotirto; dan
5. Arah Tanjung Harapan.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis A. Sumadilaga, mengatakan pelaksanaan Rakor menjadi bagian dari langkah terkoordinasi untuk memperkuat penanganan karhutla di IKN.
“Insyaallah mulai besok (Sabtu, 5 September 2026) kita akan melakukan water bombing ke area-area yang menjadi prioritas,” kata Danis.
Menurut Danis, penanganan dilakukan tidak hanya untuk memadamkan titik api, tetapi juga melakukan pembasahan pada area yang berpotensi terbakar sehingga risiko penyebaran api dapat ditekan.
“Makanya kita lakukan upaya pemadaman dan juga pembasahan agar tidak berkembang lebih lanjut,” ujarnya.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan karhutla di IKN dapat ditangani secara cepat dan tidak berkembang lebih luas. (*)
Tidak ada komentar