Karhutla Picu Efek Berantai, Penerbangan Balikpapan-Banjarmasin Delay hingga 3 Jam

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
30 Agu 2026 13:06
2 menit membaca

BALIKPAPAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan mulai menimbulkan efek berantai terhadap jadwal penerbangan. Sejumlah penerbangan dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menuju Banjarmasin dan Pontianak dilaporkan mengalami keterlambatan hingga beberapa jam.

Gangguan tersebut bukan karena kondisi jarak pandang di Balikpapan. Bandara SAMS Sepinggan masih beroperasi normal. Namun, jadwal penerbangan ikut terdampak karena pesawat yang akan melayani rute dari Balikpapan terlambat tiba dari bandara asal.

General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Winaya Mahdar, mengatakan rute Balikpapan-Banjarmasin dalam beberapa hari terakhir mengalami keterlambatan antara satu hingga tiga jam.

“Untuk Balikpapan-Banjarmasin, karena penerbangannya di pagi hari, sudah dua sampai tiga hari ini mengalami delay kurang lebih satu sampai dengan tiga jam,” kata Iwan, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, keterlambatan terjadi karena pesawat yang dijadwalkan melayani penerbangan dari Balikpapan masih berada di Banjarmasin dan mengalami gangguan jadwal sebelum terbang menuju Balikpapan.

“Akibatnya bukan dari Balikpapan, tapi kita menunggu pesawat yang dari Banjarmasin ke Balikpapan,” ujarnya.

Iwan menegaskan, kondisi jarak pandang di Bandara SAMS Sepinggan hingga saat ini masih berada dalam batas aman. Kabut asap belum memberikan dampak langsung terhadap operasional penerbangan di Balikpapan.

“Untuk visibility atau jarak pandang di Balikpapan saat ini alhamdulillah tidak berpengaruh oleh kabut asap. Kita masih sesuai dengan batas minimal jarak pandang,” jelasnya.

Rute Pontianak Juga Terdampak

Gangguan serupa juga terjadi pada penerbangan dari Pontianak menuju Balikpapan. Pada Rabu (26/8/2026), pesawat dari Pontianak dilaporkan mengalami keterlambatan hampir empat jam.

Menurut Iwan, keterlambatan tersebut dipengaruhi kondisi cuaca dan jarak pandang di wilayah Pontianak.

“Pontianak sempat delay kurang lebih hampir tiga sampai dengan empat jam. Lagi-lagi karena memang kondisi cuaca yang ada di Pontianak,” katanya.

Keterlambatan kedatangan pesawat kemudian berdampak terhadap jadwal penerbangan lanjutan. Pesawat yang seharusnya digunakan untuk penerbangan berikutnya dari Balikpapan terpaksa menunggu armada tiba dari bandara sebelumnya.

Saat ini, rute Balikpapan-Banjarmasin dilayani dua penerbangan langsung, masing-masing oleh Citilink dan Wings Air. Sementara rute Balikpapan-Pontianak memiliki satu penerbangan langsung yang dilayani Batik Air.

Di tengah gangguan pada sejumlah rute tersebut, penerbangan Balikpapan-Berau sejauh ini masih berjalan normal.

“Berau sampai saat ini alhamdulillah masih bisa terbang normal operation,” pungkas Iwan.

Dengan demikian, operasional penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan masih berjalan normal. Keterlambatan yang terjadi pada sejumlah rute merupakan dampak lanjutan dari gangguan cuaca dan jarak pandang di bandara lain, terutama di wilayah yang terdampak asap karhutla. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }