Inflasi Kaltim Naik Jadi 3,20 Persen pada Juni 2026, Samarinda Catat Angka Tertinggi

Avatar photo
Redaksi Newsborneo
2 Jul 2026 19:58
2 menit membaca

Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 3,20 persen pada Juni 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 3,04 persen.

Kenaikan inflasi itu tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Timur yang mencapai 112,39 pada periode Juni 2026.

Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengatakan seluruh daerah cakupan IHK di provinsi ini mengalami inflasi secara tahunan, meskipun dengan tingkat yang berbeda-beda.

“Inflasi year on year sebesar 3,20 persen ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 3,04 persen,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/7/2026).

Dari empat kabupaten/kota yang menjadi cakupan penghitungan IHK, Kota Samarinda mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,53 persen. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Berau dengan inflasi 3,35 persen, disusul Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 2,96 persen. Sementara itu, Kota Balikpapan menjadi daerah dengan inflasi terendah, yakni 2,80 persen.

Rifai menjelaskan, kenaikan inflasi tahunan didorong oleh meningkatnya harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan mencapai 10,49 persen.

Di posisi berikutnya terdapat kelompok transportasi yang mengalami inflasi sebesar 7,10 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,67 persen.

Selain itu, sejumlah kelompok pengeluaran lainnya juga mengalami kenaikan harga, di antaranya kelompok kesehatan sebesar 2,19 persen, perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 1,61 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,61 persen, pendidikan 1,49 persen, pakaian dan alas kaki 0,74 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,23 persen.

Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turut mencatat inflasi meski relatif kecil, yakni sebesar 0,06 persen.

Di tengah tren kenaikan harga tersebut, terdapat satu kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan indeks. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya tercatat mengalami deflasi sebesar 0,54 persen.

Selain inflasi tahunan, BPS Kalimantan Timur juga mencatat inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 0,70 persen pada Juni 2026. Sementara inflasi tahun kalender atau year to date (y-to-d) hingga akhir Juni 2026 mencapai 2,36 persen.

Data ini menunjukkan bahwa tekanan harga di Kalimantan Timur masih terjadi pada sejumlah sektor konsumsi masyarakat. Meski demikian, laju inflasi daerah masih berada dalam rentang yang relatif terkendali dan terus dipantau sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi serta daya beli masyarakat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@media print { .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } } .c-float-ad-left { display: none !important; } .c-float-ad-right { display: none !important; } .c-author { display: none !important; } .c-also-read { display: none !important; } .single-post figure.post-image { margin: 30px 0 25px; } #pf-content img.mediumImage, #pf-content figure.mediumImage { display: none !important; }