Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur, Dasmiah.SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat pelaksanaan Program Gratispol Pendidikan sebagai upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat, Pemprov Kaltim melakukan berbagai evaluasi dan penyempurnaan agar program unggulan tersebut berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan mudah diakses oleh mahasiswa yang berhak.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur, Dasmiah, mengatakan pihaknya telah gencar melakukan sosialisasi ke berbagai perguruan tinggi guna memastikan mahasiswa memahami mekanisme pendaftaran maupun ketentuan program.
Menurutnya, pemahaman yang baik menjadi kunci agar proses pengajuan bantuan pendidikan dapat berjalan lancar tanpa kendala administrasi.
“Kami sudah melakukan sosialisasi ke kampus-kampus dan kepada mahasiswa. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, sehingga mereka perlu memahami mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” ujar Dasmiah saat menjadi narasumber dalam dialog Publika TVRI Kaltim.
Ia mengungkapkan, sejumlah kendala yang ditemui selama pelaksanaan program sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pemahaman mahasiswa terhadap sistem pendaftaran serta komponen biaya pendidikan yang ditanggung melalui Gratispol. Karena itu, pemerintah terus memberikan pendampingan dan informasi yang komprehensif kepada calon penerima manfaat.
Program Gratispol sendiri terus menunjukkan perkembangan signifikan. Jika pada 2025 bantuan pendidikan ini menjangkau sekitar 25 ribu mahasiswa, maka pada 2026 jumlah penerima meningkat tajam hingga mencapai sekitar 60 ribu mahasiswa di seluruh Kalimantan Timur.
Dasmiah menegaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data yang diajukan mahasiswa dan diverifikasi oleh masing-masing perguruan tinggi. Oleh sebab itu, akurasi data menjadi faktor penting untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Data yang kami gunakan berasal dari mahasiswa dan perguruan tinggi. Karena itu, ketepatan data sangat penting agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan program,” jelasnya.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, Pemprov Kaltim juga terus memperkuat koordinasi dengan perguruan tinggi serta menyempurnakan sistem pendataan. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan sekaligus memastikan program memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Dasmiah turut mengingatkan mahasiswa yang belum menyelesaikan proses pendaftaran agar segera melengkapi seluruh persyaratan sebelum batas akhir pada 30 Juni 2026.
Ia berharap Program Gratispol dapat menjadi solusi nyata dalam meringankan beban biaya pendidikan sekaligus membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Kalimantan Timur untuk meraih pendidikan tinggi.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Harapan kami, pelaksanaannya semakin tepat sasaran dan mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Kalimantan Timur, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh generasi muda daerah,” tutupnya. (*)
Tidak ada komentar