160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT

18 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Berikut Sebarannya

Ilustrasi. Kebakaran hutan.
750 x 100 AD PLACEMENT

BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mendeteksi 18 titik panas di Kalimantan Timur (Kaltim). Titik panas itu tersebar di Kabupaten Berau, Kutai Barat, Kartanegara, Kutai Timur, Paser

Dengan adanya peringatan 18 titik panas terdeteksi ini, semua pihak untuk saling waspada dan menjaga agar tidak terjadi titik panas lagi.

“Sebaran titik panas itu langsung kami informasikan kepada pihak terkait agar dapat dilakukan tindakan lebih lanjut,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan BMKG Balikpapan Diyan Novrida.

Dia mengatakan, sehari sebelumnya, pihaknya juga mendeteksi sebanyak lima titik panas yang tersebar di tiga daerah, yakni Kabupaten Paser, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara.

Namun, sambungnya, titik panas tersebut kemudian padam setelah dilakukan penanganan oleh pihak terkait.
Sedangkan, kata dia, untuk 18 titik panas yang terpantau hari ini berada di titik koordinat berbeda, meskipun ada yang masih dalam satu kabupaten maupun kecamatan yang sama.

Dijelaskannya, sebaran 18 titik itu di Kabupaten Paser dan Kutai Timur masing-masing terdapat empat titik, Kutai Barat ada satu titik, Kutai Kartanegara terdeteksi tujuh titik, dan Kabupaten Berau terdapat dua titik yang semuanya memiliki tingkat kepercayaan menengah.

Rinciannya, kata dia, dua titik yang terpantau di Berau tersebar pada dua kecamatan, yakni Kecamatan Sambaliung dan Tabalar, untuk satu titik yang terdeteksi di Kutai Barat berada di Kecamatan Jempang.

Kemudian, satu titik yang terpantau di Kutai Kartanegara tersebar pada empat kecamatan, yakni Kecamatan Kembang Janggut dan Muara Kaman masing-masing satu titik, Kecamatan Loa Kulu ada tiga titik, dan di Kecamatan Muara Muntai ada dua titik.

“Di Kutai Timur yang terpantau empat titik, semuanya berada di Kecamatan Bengalon, kemudian empat titik yang terpantau di Paser, semuanya berada di Kecamatan Batu Sopang,” jelasnya.

Dia mengatakan, sebenarnya saat ini masih masuk musim hujan. Namun, memang terdapat peluang dalam beberapa hari tidak terjadi hujan berturut-turut di sejumlah kawasan, sehingga berakibat pada biomassa yang kering, kemudian rawan terjadi kebakaran lahan dan hutan (karhutla).

Untuk itu, dia mengimbau semua elemen masyarakat sama-sama menjaga agar tidak terjadi kebakaran, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak melakukan pembakaran saat mengelola lahan, apalagi jika di kawasan tersebut ada hutan atau lahan yang mudah terbakar. (*)

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Print Friendly, PDF & Email

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

930 x 180 AD PLACEMENT